Pendekatan arsitektur Eco-Tech menyediakan solusi desain yang mengintegrasikan inovasi teknologi canggih dengan kesadaran lingkungan untuk menciptakan ruang bangunan yang berkelanjutan. Dalam konteks infrastruktur transportasi umum, penerapan prinsip-prinsip ini sangat penting untuk menghubungkan struktur dengan ekosistem perkotaan. Studi ini berfokus pada analisis penerapan pendekatan arsitektur Eco-Tech dalam pengembangan Stasiun Surabaya Gubeng, dengan penekanan pada dua prinsip utama yang dikemukakan oleh Catherine Slessor (1997), yaitu aspek Making Connection (membangun konektivitas) dan Urban Responses (tanggapan terhadap konteks perkotaan). Melalui studi ini, diharapkan dapat memberikan dasar konseptual dan perspektif baru dalam merancang stasiun kereta api besar yang modern, efisien secara teknologi, tetapi tetap menanggapi iklim lokal dan terhubung erat dengan tata ruang kota Surabaya. Metode penelitian yang diterapkan adalah metode deskriptif kualitatif, dengan pengambilan data melalui observasi objek dan tinjauan literatur yang sesuai. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa penguatan koneksi di antara moda dan perancangan tata massa yang menanggapi iklim serta bangunan cagar budaya di sekitarnya adalah kunci sukses implementasi Eco-Tech di daerah transit..
Copyrights © 2026