Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) bagi peserta didik disabilitas netra memerlukan desain yang membuka akses terhadap pengetahuan, praktik ibadah, pengalaman spiritual, dan internalisasi akhlak tanpa bergantung pada informasi visual. Artikel ini bertujuan merumuskan model konseptual pembelajaran PAI taktil-auditori berdasarkan sintesis penelitian tentang PAI inklusif, pedagogi disabilitas netra, pembelajaran multisensori, Braille, teknologi bantu, dan Universal Design for Learning. Kajian menggunakan pendekatan pustaka integratif. Literatur ditelusuri melalui portal jurnal nasional dan internasional, DOAJ, PubMed/PMC, SpringerLink, ScienceDirect, Frontiers, dan Google Scholar; prioritas diberikan pada artikel ilmiah 2021–2026 yang dapat diakses melalui DOI atau laman penerbit, dengan beberapa sumber fondasional yang tetap dipertahankan. Sebanyak 34 artikel dianalisis melalui identifikasi konsep, pengodean tematik, perbandingan temuan, dan sintesis argumentatif. Hasil kajian menghasilkan lima komponen model: asesmen akses belajar; konkretisasi materi PAI; integrasi taktil-auditori; aktivitas, pembiasaan, dan refleksi; serta evaluasi holistik dan tindak lanjut yang ditopang kolaborasi ekosistem. Pendekatan taktil mengonkretkan bentuk, urutan, posisi, dan gerak, sedangkan pendekatan auditori memperjelas instruksi, bacaan, makna, dan refleksi. Integrasi keduanya mendukung akses kognitif, kemandirian ibadah, perkembangan afektif, dan partisipasi sosial. Model ini menawarkan kerangka operasional bagi guru PAI, tetapi masih memerlukan pengujian empiris pada sekolah khusus dan sekolah inklusif.
Copyrights © 2026