Transformasi digital telah membawa perubahan signifikan dalam kehidupan masyarakat, termasuk dalam dunia pendidikan. Peserta didik tidak hanya dituntut memiliki kemampuan menggunakan teknologi digital, tetapi juga harus mampu berperilaku bijaksana, bertanggung jawab, serta menjunjung tinggi etika dalam ruang digital. Fenomena penyebaran informasi palsu, perundungan siber, ujaran kebencian, serta rendahnya kesadaran terhadap keamanan digital menunjukkan pentingnya penguatan kewargaan digital melalui pendidikan formal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi penguatan kewargaan digital melalui Pendidikan Pancasila dalam membentuk peserta didik SMPIT Ibnu Rusyd yang cerdas, beretika, dan bertanggung jawab di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan kewargaan digital dapat dilakukan melalui integrasi materi digital citizenship dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila, pembiasaan etika digital, penguatan literasi digital, pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi, serta kolaborasi antara sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat. Implementasi strategi tersebut memberikan dampak positif terhadap peningkatan literasi digital, kemampuan berpikir kritis, sikap bertanggung jawab dalam penggunaan media sosial, serta terbentuknya karakter peserta didik yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Dengan demikian, Pendidikan Pancasila memiliki peran strategis dalam membentuk warga negara digital yang mampu menghadapi tantangan perkembangan teknologi secara bijaksana dan bertanggung jawab.
Copyrights © 2026