Penelitian ini mengkaji interaksi budaya antara masyarakat suku Palembang dan Minangkabau yang terjadi di Kota Padang, dengan fokus pada pernikahan sebagai cerminan harmoni dua budaya tersebut. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Penelitian ini menemukan bahwa meskipun masyarakat Palembang di Kota Padang hidup di tengah budaya Minangkabau, mereka tetap mempertahankan tradisi budaya asal, seperti bahasa, makanan khas, dan adat istiadat. Salah satu bentuk interaksi budaya yang menarik adalah pernikahan campuran antara adat Palembang dan Minangkabau, yang mencerminkan kolaborasi budaya melalui elemen-elemen seperti pakaian adat, upacara tepung tawar, serta prosesi cacap-cacapan. Masyarakat Palembang juga membentuk komunitas untuk melestarikan budaya mereka, sambil beradaptasi dengan masyarakat Minangkabau. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keberagaman budaya dapat menciptakan harmoni sosial dan memperkaya kehidupan multikultural di Kota Padang. Kolaborasi budaya yang terjadi dalam pernikahan ini menjadi simbol kuat dari keberagaman yang saling melengkapi, tanpa mengurangi identitas masing-masing budaya.
Copyrights © 2026