Penerapan co-firing biomassa pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) merupakan salah satu upaya untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil sekaligus meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penggunaan wood pellet kayu pulai, kayu puspa, dan kayu akasia terhadap kinerja boiler pada PLTU Circulating Fluidized Bed (CFB) PT Bukit Energi Servis Terpadu (PT BEST), serta menentukan jenis wood pellet yang paling optimal. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan data operasi Distributed Control System (DCS), data analisis proksimat, nilai kalor, dan studi literatur. Parameter yang dianalisis meliputi efisiensi boiler, Specific Fuel Consumption (SFC), Gross Plant Heat Rate (GPHR), Net Plant Heat Rate (NPHR), dan analisis ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis wood pellet berpengaruh terhadap kinerja boiler. Wood pellet kayu akasia menghasilkan efisiensi boiler tertinggi sebesar 80,50%, serta nilai SFC, GPHR, dan NPHR terendah masing-masing sebesar 0,6858 kg/kWh, 3.648,5 kcal/kWh, dan 4.327,1 kcal/kWh. Selain itu, wood pellet kayu akasia memberikan margin operasional bahan bakar tertinggi sebesar Rp95.285.000,00. Dengan demikian, wood pellet kayu akasia merupakan biomassa yang paling layak digunakan sebagai bahan bakar substitusi pada sistem co-firing di PLTU CFB PT BEST karena mampu meningkatkan kinerja termal dan memberikan keuntungan ekonomi.
Copyrights © 2026