Pembangunan wilayah desa yang berkelanjutan memerlukan pemahaman masyarakat terhadap tata ruang sebagai dasar pengelolaan sumber daya dan pemanfaatan lahan secara terarah. Desa Salo Palai yang berada di Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, memiliki potensi sumber daya alam yang cukup besar, namun belum diimbangi dengan kapasitas masyarakat dalam memahami konsep penataan ruang. Rendahnya literasi tata ruang berpotensi menimbulkan konflik pemanfaatan lahan, degradasi lingkungan, serta kurang optimalnya perencanaan pembangunan desa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pendampingan spasial melalui pemetaan partisipatif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap tata ruang desa. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan tahapan observasi lapangan, diskusi kelompok terarah, wawancara, serta penyusunan peta partisipatif berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan aktif masyarakat dalam proses identifikasi wilayah, zonasi fungsi ruang, serta pemetaan potensi lokal mampu meningkatkan pengetahuan warga mengenai tata ruang. Selain itu, peta digital desa yang dihasilkan dapat menjadi dokumen awal dalam mendukung perencanaan pembangunan berbasis data. Program ini juga memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendorong tata kelola wilayah yang lebih inklusif. Dengan demikian, pendekatan partisipatif berbasis spasial terbukti efektif sebagai strategi peningkatan literasi tata ruang masyarakat desa
Copyrights © 2026