Konsistensi yang ditunjukkan sebuah merek tidak selalu diikuti oleh terbentuknya kepercayaan publik, seperti nilai inklusivitas yang diusung BLP Beauty secara konsisten di tengah maraknya woke-washing yang menumbuhkan skeptisisme publik dalam industri kecantikan. Penelitian ini mengkaji pengaruh Perceived Brand Authenticity (PBA) BLP Beauty terhadap Brand Trust anggota komunitas Beauty Channel, menggunakan kerangka Morhart et al. (2015) yang terdiri atas empat dimensi: continuity, credibility, integrity, dan symbolism, serta kerangka Delgado-Ballester et al. (2003) untuk Brand Trust. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatif dengan sampel 91 anggota Beauty Channel yang dipilih melalui simple random sampling, dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil menunjukkan tiga dari empat dimensi PBA berpengaruh signifikan terhadap brand trust: continuity (β=0,434), integrity (β=0,365), dan symbolism (β=0,166), sedangkan credibility tidak berpengaruh signifikan (Sig.=0,673). Secara simultan, PBA berpengaruh signifikan terhadap brand trust (Adjusted R²=0,874). Temuan ini menegaskan bahwa kepercayaan publik terbentuk dari rekam jejak tindakan yang konsisten dan terverifikasi, bukan semata dari komunikasi yang baik.
Copyrights © 2026