Penelitian ini berfokus pada implementasi model STEM dalam bentuk proyek untuk menguji dampaknya terhadap kemampuan pemecahan masalah dan daya cipta siswa dalam material struktural dan fungsional di SMA Negeri 1 Tompaso. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan kelompok kontrol pretest-posttest. Subjek penelitian terdiri dari dua kelas. Kelas eksperimen XF, yang menggunakan pendekatan STEM berbasis proyek, dan kelas kontrol XA menggunakan model konvensional. Kedua kelas memiliki 31 peserta didik. Pengumpulan data dilakukan sebelum dan sesudah tes untuk mengamati perubahan kemampuan siswa. Setelah menganalisis data menggunakan uji prasyarat untuk menentukan noemalitas dan homogenitas, uji-t digunakan untuk menguji hipotesis. Hasil analisis menunjukkan bahwa kemampuan siswa di kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol, dengan rata-rata skor posttest masing-masing 81,29 dan 70,80. Tingkat signifikasi 0,002 (<0,05) menujukkan adanya perbedaan antara kedua kelompok. Oleh karena itu, model STEM yang berbasis proyek memiliki dampak signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah dan kreativitas siswa kelas X SMA Negeri 1 Tompaso.
Copyrights © 2026