Transformasi digital melalui Permenkes Nomor 24 Tahun 2022 mewajibkan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan menerapkan Rekam Medis Elektronik (RME). Puskesmas Bukit Sileh telah menerapkan RME sejak tahun 2024 melalui aplikasi SIMPUS, namun masih menghadapi kendala terkait infrastruktur, keterampilan pengguna, dan belum tersedianya SOP yang tetap. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penerapan RME di Puskesmas Bukit Sileh menggunakan metode Human Organization Technology-Fit (HOT-Fit). Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 57 responden dari 67 tenaga kesehatan pengguna RME yang dipilih menggunakan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan RME memperoleh nilai total 82,35% dengan kategori sangat berhasil. Aspek Human memperoleh nilai 78,7%, Organization 88,2%, Technology 77%, dan Net Benefit 85,5%. Aspek Organization menjadi variabel dengan nilai tertinggi, sedangkan aspek Human dan Technology masih memerlukan peningkatan. Penerapan RME memberikan dampak positif terhadap efisiensi administrasi dan kecepatan pelayanan. Namun, peningkatan infrastruktur teknologi, pelatihan berkelanjutan bagi SDM, dan penyusunan SOP tetap diperlukan untuk mendukung keberlanjutan sistem.
Copyrights © 2026