Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Politeness Strategies in Healthcare Communication: An Analysis of Medical Record Officers and Patients Interactions at Health Center Nila Mayasari; Syamsul Kamal
Jurnal Bebasan Vol 11 No 1 (2024)
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Banten and Perkumpulan pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya (PPJB-SIP).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bebasan.v11i1.260

Abstract

This study aims to explore the manifestation of language politeness in the interactions between medical record officers and patients at the Kuranji Health Center in Padang City. Employing a descriptive research method, data were collected through observation, recording, and note-taking techniques to capture the nuances of communication within this healthcare setting. The analysis focused on the realization of six politeness maxims: wisdom, generosity, appreciation, humility, consensus, and sympathy. The findings reveal a varied application of these maxims, with 8 instances of the wisdom maxim, 1 of generosity, 8 of appreciation, 1 of humility, 27 of consensus, and 24 of sympathy. These results indicate that the communication between medical record officers and patients is largely characterized by polite language, with a strong emphasis on consensus and sympathy. The predominance of these two maxims suggests a communicative environment aimed at fostering understanding and support, reflecting the ethical and empathetic standards expected in healthcare interactions. This research underscores the importance of language politeness in healthcare communication, highlighting how it contributes to the overall patient experience and the effectiveness of healthcare delivery
Keamanan dan Perlindungan Data Rekam Medis Elektronik Rawat Jalan Studi Kasus di Rumah Sakit Naili-DBS Kota Padang Syamsul Kamal; Reni Riyanti; Penulis Ketiga
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 8, No 2 (2025): November 2025
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v8i2.30580

Abstract

Keamanan dan Perlindungan data di  rumah sangat perlu dijaga dan diperhatikan secara khusus dan berkesinambungan, agar data yang ada di rumah sakit tetap terjaga dengan baik, tidak hilang tanpa adanya kebocoran data. Keamanan data merupakan hal yang sangat vital dan penting di rumah sakit, dikarenakan berisi informasi sensitif pasien, riwayat penyakit, hingga kondisi kerahasiaan  pasien, jika bocor,bisa menimbulkan stigma sosial, diskriminasi kerja, bahkan bisa pemerasan pada orang yang mengambil keuntungan. Dalam menjaga kerahasiaan informasi terutama yang berisi informasi sensitif yang hanya boleh diketahui isinya oleh pihak yang berhak saja, apalagi data yang dikirim melalui jaringan publik, apabila data tersebut tidak diamankan terlebih dahulu, akan sangat mudah disadap dan diketahui isi informasinya oleh pihak-pihak yang tidak memiliki wewenang.  Transformasi digital dalam pelayanan kesehatan menuntut rumah sakit untuk mengadopsi rekam medis elektronik (RME), termasuk pada unit rawat jalan yang memiliki frekuensi kunjungan pasien tinggi. Penggunaan RME membawa manfaat efisiensi dan akurasi, tetapi juga meningkatkan risiko kebocoran dan penyalahgunaan data kesehatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dimana untuk menganalisis persepsi tenaga rekam medis, tenaga kesehatan dan staf IT terkait keamanan data RME rawat jalan, hambatan yang dihadapi, serta strategi yang diterapkan dalam pengamanan dan perlindungan data rekam medis elektronik khususnya pada rawat jalan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelemahan utama terdapat pada kontrol akses, kesadaran pengguna, serta kurangnya kebijakan teknis yang rinci di tingkat rumah sakit. Rekomendasi meliputi penguatan regulasi internal, penerapan otentikasi berlapis, serta edukasi berkelanjutan bagi tenaga kese
EVALUASI PENERAPAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK DI PUSKESMAS BUKIT SILEH DENGAN METODE HOT-FIT Ririn Juwanda; Syamsul Kamal; Yuli Mardi
Iris Journal of Health Information Management Vol 6 No 1 (2026): Iris Journal of Health Information Management (IJHIMa)
Publisher : AKADEMI PEREKAM DAN INFORMASI KESEHATAN (APIKES) IRIS PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61723/ijhima.v6i1.148

Abstract

Transformasi digital melalui Permenkes Nomor 24 Tahun 2022 mewajibkan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan menerapkan Rekam Medis Elektronik (RME). Puskesmas Bukit Sileh telah menerapkan RME sejak tahun 2024 melalui aplikasi SIMPUS, namun masih menghadapi kendala terkait infrastruktur, keterampilan pengguna, dan belum tersedianya SOP yang tetap. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penerapan RME di Puskesmas Bukit Sileh menggunakan metode Human Organization Technology-Fit (HOT-Fit). Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 57 responden dari 67 tenaga kesehatan pengguna RME yang dipilih menggunakan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan RME memperoleh nilai total 82,35% dengan kategori sangat berhasil. Aspek Human memperoleh nilai 78,7%, Organization 88,2%, Technology 77%, dan Net Benefit 85,5%. Aspek Organization menjadi variabel dengan nilai tertinggi, sedangkan aspek Human dan Technology masih memerlukan peningkatan. Penerapan RME memberikan dampak positif terhadap efisiensi administrasi dan kecepatan pelayanan. Namun, peningkatan infrastruktur teknologi, pelatihan berkelanjutan bagi SDM, dan penyusunan SOP tetap diperlukan untuk mendukung keberlanjutan sistem.