JIWA:Jurnal Psikologi Indonesia
Vol. 4 No. 01 (2026): Maret

Intensitas Penggunaan Media Sosial Konten “Menikah Itu Menakutkan” dan Kesiapan Menikah pada Dewasa Awal dengan Orang Tua Bercerai

Firnanda Dewi Nurhaliza (Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya)
IGAA Noviekayati (Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya)
Aliffia Ananta (Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya)



Article Info

Publish Date
17 Aug 2026

Abstract

This study aims to examine the relationship between the intensity of social media use and marriage readiness among early adults who experience broken homes. The research employed a quantitative correlational method. The subjects consisted of 73 early adults with a background of parental separation. Data were collected using a social media use intensity scale based on marry is scary content and a marriage readiness scale. Data analysis was conducted using Spearman’s Rho correlation test. The results showed a correlation coefficient of −0.751 with a significance value of p < 0.05. These findings indicate a very significant negative relationship between the intensity of social media use and marriage readiness. High levels of social media use intensity are associated with low levels of marriage readiness among early adults who experience broken homes. This study provides an overview of the role of social media in shaping attitudes toward marriage during early adulthood. Keywords: Social Media Use Intensity, Marriage Readiness, Early Adulthood with Broken Home Background, Marry Is Scary. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan intensitas penggunaan media sosial terhadap kesiapan menikah pada dewasa awal yang mengalami broken home. Pendekatan penelitian menggunakan metode kuantitatif korelasional. Subjek penelitian berjumlah 73 dewasa awal dengan latar belakang orang tua berpisah. Pengumpulan data menggunakan skala intensitas penggunaan media sosial berbasis konten marry is scary serta skala kesiapan menikah. Teknik analisis data menggunakan uji korelasi Spearman’s Rho. Hasil analisis menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar −0,751 dengan nilai signifikansi p < 0,05. Temuan tersebut menunjukkan hubungan negatif sangat signifikan antara intensitas penggunaan media sosial terhadap kesiapan menikah. Tingkat intensitas penggunaan media sosial tinggi berkaitan dengan kesiapan menikah rendah pada dewasa awal yang mengalami broken home. Penelitian ini memberikan gambaran mengenai peran media sosial dalam pembentukan sikap terhadap pernikahan pada fase dewasa awal. Kata kunci: Intensitas Penggunaan Media Sosial, Kesiapan Menikah, Dewasa Awal Orang Tua Bercerai, Menikah itu Menakutkan. 

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jiwa

Publisher

Subject

Social Sciences

Description

Jiwa: Jurnal Psikologi Indonesia accepts manuscript research results in the fields of educational psychology, developmental psychology, industrial psychology, Social Psychology and clinical psychology, but not limited to: Personality and Learning Learning Interventions Teaching Strategies Education ...