Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Penurunan Body Dissatisfaction Pada Perempuan Dalam Masa Emerging Adulthood Dengan Gratitude Intervention Ananta, Aliffia
Persona:Jurnal Psikologi Indonesia Vol 5 No 02 (2016)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/persona.v5i02.733

Abstract

This study aims to reduce body dissatisfaction in women in the period of emerging adulthood with gratitude intervention. Subjects of this study consisted of two people experiencing body dissatisfaction. This study used a quasi-experimental methods. Data making assessment conducted by interview, observation, body shape questionnaire, and gratitude questionnaire. Statistically the result showed that there is no gratitude intervention can not reduce body dissatisfaction (p= 0,180 > 0,05), but descriptive analysis showed that gratitude intervention gave positive result by reducing body dissatisfaction. The characteristic of body dissatisfaction are not confidence, never satisfied with their body, comparing their self to others who has more ideal body, sensitive, have a need for support and happy to get a compliment.Keywords : body dissatisfaction, gratitude intervention
PERBEDAAN TINGKAT PROKASTINASI PADA MAHASISWA DITINJAU DARI METODOLOGI PEMBELAJARAN Ananta, Aliffia
Persona:Jurnal Psikologi Indonesia Vol 6 No 2 (2017): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/persona.v6i2.1297

Abstract

Abstract                  Procrastination is a deliberate deliberate postponement and does other unnecessary work. Prokrastinya many experienced by students and influential on learning outcomes so it is important to be studied. This study aims to determine the level of student academic procrastination in terms of learning methods used by lecturers. Learning method in this research is Teacher Centered Learning (TCL) and Student CenteredLlearning (SCL). Subjects in this study as many as 150 students taken by purposive sampling, 75 subjects were students who got TCL method and 75 subjects were students who got SCL method. Data collection is done by using procrastination scale. Procrastination Scale consists of 16 items that have the validity of ≥ 0.03 with reliability of 0.805. The result of the research shows that there is no difference of academic procrastination between students who get TCL learning method with students who get SCL learning method.Key Words: Procrastination, Teacher Centered Learning, Student Centered Learning
Rancang Bangun Sistem Informasi dan Monitoring Level Stress Penderita Diabetes Millitus (DM) Berbasis Android Indasyah, Enny; Ananta, Aliffia
Jurnal Ilmu Komputer dan Desain Komunikasi Visual Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Ilmu Komputer dan Desain Komunikasi Visual
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1237.069 KB)

Abstract

Diabetes Militus (DM) adalah gangguan metabolic berupa serapan insulin yang rendah dan berdampak pada peningkatan konsentrasi glukosa tubuh (hiperglikemia), kerusakan berbagai sistem tubuh dan akan mengalami situasi ketegangan psikologis, karena secara psikologis penderita dituntut untuk dapat menyesuaikan diri dengan keadaan yang mungkin menjadi stressor psikologis. Stress yang dialami penderita diabetes mellitus akan memberikan dampak yang lebih parah bagi penderita karena pada dasarnya stress yang dialami akan menyebabkan terganggunya sistem endokrin (hormonal) salah satunya adalah semakin meningginya kadar gula darah, dampak lainnya yang berkaitan dengan stress yang dialami adalah munculnya reaksi perilaku negatif yang tidak disadari oleh individu. Oleh karena itu, dibutuhkan cara untuk membantu penderita diabetes mellitus memiliki kemampuan dalam memonitoring tingkat stress  sehingga akan menjaga pola kehidupannya agar tidak semakin parah. Penelitian ini menggunakan alat ukur kuisioner dari DASS ( Depression Anxiety Stress Scales) 42 untuk memonitoring level stress (normal, ringan, sedang, berat, sangat berat) menggunakan aplikasi mobile. Pengambilan data sebanyak 30 pasien di Puskesmas Desa Cerme kidul, Gresik, jawa timur Indonesia. Hasil penelitian  dapat disimpulan bahwa rata-rata tingkat stress pasien diabetes di desa cerme kidul adalah 97 % normal, dan 3 % stress ringan. Kata kunci—Diabetes Millitus, DASS 42 Scale , Level Stres, Aplikasi Mobile
BERSYUKUR PADA REMAJA PEREMPUAN DARI KELAS EKONOMI MENENGAH YANG MENGALAMI BODY DISSATISFACTION Aliffia Ananta; Rina Dwi Purwanti
PSIKOLOGI KONSELING Vol 12, No 2 (2021): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v19i2.30436

Abstract

Bersyukur atau gratitude adalah bentuk apresiasi yang dilakukan oleh individu ketika seseorang melakukan sesuatu yang baik atau membantu. Secara spesifik bersyukur dapat diartikan perasaan bahagia ketika menerima kebaikan atau melihat suatu kebaikan yang terjadi secara alamiah. Bersyukur dapat memberikan manfaat beberapa diantaranya adalah mencegah perasaan negatif, memotivasi adanya peningkatan diri, meningkatkan self-esteem, serta terbuktinya bersyukur memiliki kaitan dengan kondisi kesehatan yang lebih baik. Hal ini bisa jadi bertolak belakang Body Dissatisfaction atau ketidakpuasan terhadap bentuk tubuh. Body Dissatisfaction adalah penialaian negatif terhadap bentuk tubuh yang dimiliki. Remaja yang menghalami Body Dissatisfaction akan berfokus pada hal-hal negatif yang terjadi, mengalami kesulitan untuk melihat hal-hal positif, kelebihan, dan hal-hal apa yang mereka miliki. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran beryukur pada remaja perempuan dari kelas ekonomi menengah yang mengalami Body Dissatisfaction. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah The Gratitude Questionaire-Six Item Form (GQ-6) yang disusun oleh McCullough et al., (2002)
PELATIHAN MENGHADAPI PERILAKU TANTRUM PADA ANAK DI PAUD KARTINI SIDOARJO suhadianto; Aliffia Ananta
ABDIMAS Vol 1 No 02 (2021): PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu problem pengasuhan yang dihadapi oleh orang tua terhadap anak di usia golden Ages (usia 0-6 tahun), adalah ketidak mampuan orang tua menangani perilaku tanrum pada anak. Problem tersebut juga banyak pengabdi temukan pada orang tua murid PAUD Kartini. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan cara menangani perilaku tantrum pada anak bagi orang tua dan guru. Situasi pandemi Covid-19 dan rendahnya kemampuan orang tua dalam menggunakan aplikasi zoom meeting mengharuskan pengabdi menyampaikan matreri melalui media youtube dan gorup Whatsapp. Pengabdi membuat video materi dengan bentuk dialog dan diunggah di chanel youtube. Setelah peserta menyimak materi video selama satu hari, kegiatan pengabdian dilanjutkan dengan tanya jawab dan diskusi melalu group Whatsapp selama 12 jam. Hasil analisis statistik menunjukkan ada perbedaan yang signifikan pengetahuan peserta tentang penanganan tantrum pada anak antara sebelum dan setelah pelatihan. Strategi pelaksanaan pengabdian ini bisa menjadi contoh bagi para pengabdi yang mengalami kendala penyampaian materi secara tatap muka langsung selama masa pandemi covid-19.
DISKUSI KELOMPOK TERARAH UNTUK PENANGANAN PERUNDUNGAN DI UPT SD NEGERI X GRESIK suhadianto; Aliffia Ananta
ABDIMAS Vol 1 No 03 (2021): PENDIDIKAN MASYARAKAT
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perundungan merupakan salah satu fenomena yang banyak terjadi di sekolah. Berdasar pada studi yang ada sebelumnya perundungan banyak terjadi di kelas ketika guru sedang tidak ada (45%), di lapangan sekola (24,2%) dan di kantin sekolah (16,1%). Fenomena perundungan juga ditemukan di UPT SD Negeri X Gresik. Perundungan di sekolah jika dibiarkan dapat berdampak negatif terhadap prestasi dan kondisi psikologis siswa. Tujuan dari kegiatan diskusi kelompok terarah ini adalah untuk mendapatkan kesepakatan program penanganan perundungan di sekolah. Kegiatan diskusi kelompok terarah dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting. Kegiatan diawali dengan penyampaian materi terkait perundungan oleh tim pengabdi, kemudian dilanjutkan dengan diskusi kelompok terarah. Hasil dari kegiatan diskusi kelompok terarah telah disepakati beberapa program penanganan perundungan di UPT SD Negeri X Gresik, mencakup program yang berbasis sistem dan individu. Program-program yang disepakati juga dapat dikelompokkan ke dalam program preventif dan kuratif. Kegiatan ini memiliki manfaat yang sangat besar bagi terlaksananya kegiatan anti perundungan di UPT SD Negeri X Gresik. Kata kunci: perundungan; sekolah; diskusi kelompok terarah
Pendampingan Penanganan Perundungan di UPT SDN Negeri Y Gresik Melalui Media Video dan Buku Cerita Aliffia Ananta; Suhadianto Suhadianto
Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v5i2.3731

Abstract

Studi terbaru melaporkan lebih dari 25% siswa di sekolah pernah dipukul, dipanggil dengan sebutan tidak menyenangkan dan dikucilkan oleh anak lain di sekolahnya. Kasus perundungan semacam itu juga terjadi pada para siswa di SD Negeri Y Gresik. Perundungan dapat berdampak pada rendahnya prestasi akademik dan ganguan psikologis sehingga perlu mendapatkan perhatian. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah memberikan pendampingan pada SD Negeri Y dalam menangani perundungan di sekolah. Kegiatan pendampingan diberikan dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD) melibatkan tenaga Kependidikan dan Guru, Pelatihan manajemen kelas untuk guru, dan Sosialisasi kepada orang tua dan siswa. Kegiatan FGD dilaksanakan secara virtual melalui Zoom Meeting berfokus pada memperoleh pemahaman yang sama tentang faktor penyebab, dampak dan strategi penanganan perundungan. Pelatihan manajemen kelas berfokus pada memberikan keterampilan pada guru untuk membuat peraturan dan prosedur kelas yang anti perundungan. Sosialisasi kepada siswa dan orang tua siswa dilaksanakan melalui media video animasi yang diunggah di Chanel Youtube. Kegiatan tidak dilaksanakan secara langsung karena masih dalam situasi pandemi.  Wawancara dan pemberian post test dilakukan untuk mengetahui dampak dari kegiatan pengabdian ini, hasilnya menunjukkan kegiatan pendampingan ini dapat memberikan pemahaman kepada guru, siswa dan orang tua tentang pengertian, faktor penyebab, dampak dan strategi penanganan perundungan.   
PERILAKU PEMBELIAN IMPULSIF MERCHANDISE K-POP PADA REMAJA WANITA KOMUNITAS STAY DITINJAU DARI GAYA HIDUP Nada Annisau Ulya; Igaa Noviekayati; Aliffia Ananta
Biopsikososial: Jurnal Ilmiah Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Mercubuana Jakarta Vol 6, No 2 (2022): VOL. 6 NO. 2 October 2022
Publisher : Universitas Mercu Buana Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/biopsikososial.v6i2.16119

Abstract

K-pop fans have a habit of buying popular idol merchandise. Merchandise purchases become impulsive if done continuously, spontaneously, and suddenly. One of the factors influencing this impulsive purchase is lifestyle. The purpose of this study is to find out the relationship between lifestyle and K-pop merchandise impulsive purchase behavior in adolescents’ women of STAY community in Surabaya. The subjects in the study involved 102 adolescents’ women joining the STAY community in Surabaya and a population of 138. Sampling retrieval techniques use purposive sampling techniques with quantitative research designs. Hypothesis testing using the product moment correlation test obtained a score of 0.654 with significance p = 0,000 (P<0,01) indicating that there is a significant positive relationship between lifestyle and impulsive buying behavior of K-pop merchandise in female adolescents of the STAY community in Surabaya. So, it can be interpreted that the higher one's lifestyle, the higher the impulsive buying behavior of K-pop merchandise in adolescents’ women of STAY community in Surabaya.
Pencegahan Kekerasan Seksual pada Remaja di Sekolah Menengah Pertama melalui Pemberian Psikoedukasi Suhadianto, Suhadianto; Ananta, Aliffia
Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol 4 No 1 (2023): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/amalee.v4i1.2056

Abstract

The purpose of this service activity is to increase the participants' understanding of the meaning, impact, and strategies for dealing with sexual violence through the provision of psychoeducation. The participants in this activity were 146 junior high school (SMP) students (male = 64 and female = 82). Using PowerPoint media and videos, psychoeducational activities are given using the Student-Centered Learning (SCL) method. The implementation of psychoeducation was divided into two sessions, the first for female students and the second for students. They are technically grouping activity participants based on gender to make it easier for resource persons to convey activity material. Online psychoeducational activities are carried out using the animated video "Stop Sexual Violence." The impact of actions is measured through measurements before (pretest) and after (post-test) psychoeducational activities. The results of the Wilcoxon Rank Test showed a significant increase in participants' understanding of sexual violence before and after participating in psychoeducational activities. Similar actions can be carried out in other schools in an effort to prevent sexual violence in adolescents.
Psychological well-being pada individu emerging adulthood: Bagaimana peranan fear of missing out dan kecanduan media sosial ? Laily, Dita Rizqiatul; Santi, Dyan Evita; Ananta, Aliffia
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol 5 No 1 (2024): Volume 5 No 1 Juni 2024
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/sukma.v5i1.11577

Abstract

Abstract Emerging adulthood individuals are individuals who are quite diligent in using social media. In fact, according to several studies, excessive use of social media can have a negative effect on the level of psychological well-being due to fear of missing out and addiction to social media. This research aims to determine the relationship between fear of missing out and social media addiction with psychological well-being in emerging adulthood individuals. Using quantitative research methods with multiple analysis tests. Sampling using a purposive sampling technique involved 159 participants aged 18-25 years who actively use social media and live in Kebomas Gresik District. The results of the partial analysis of fear of missing out have a significant negative relationship with psychological well-being of -3.578 with p=0.000 (p<0.05), which means that if the level of fear of missing out is high, then the level of psychological well-being is low. Social media addiction also has a significant negative relationship with psychological well-being of -5.229 with p=0.000 (p<0.05) which means that if the level of social media addiction is high, then the level of psychological well-being is low. The results of the simultaneous analysis showed that fear of missing out and social media addiction together had an influence of 0.606 with p=0.000 (p<0.05) with an R2 value = 0.367, meaning that fear of missing out and social media addiction had a contribution of 36 .7% of psychological well-being in emerging adulthood individuals. Abstrak Individu emerging adulthood merupakan individu yang cukup rajin menggunakan media sosial. Padahal menurut beberapa studi, penggunaan media sosial yang berlebihan dapat memberikan efek negatif pada tingkat psychological well-being akibat adanya fear of missing out dan kecanduan media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara fear of missing out dan kecanduan media sosial dengan psychological well-being pada individu emerging adulthood. Menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan uji anareg berganda. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling melibatkan 159 partisipan usia 18-25 tahun yang aktif menggunakan media sosial dan berdomisili di Kecamatan Kebomas Gresik. Hasil analisis parsial fear of missing out memiliki hubungan negatif signifikan dengan psychological well-being sebesar -3,578 dengan p=0,000 (p<0,05) yang berarti jika tingkat fear of missing out tinggi, maka tingkat psychological well-being rendah. Kecanduan media sosial juga memiliki hubungan negatif signifikan dengan psychological well-being sebesar -5,229 dengan p=0,000 (p<0,05) yang berarti jika tingkat kecanduan media sosial tinggi, maka tingkat psychological well-being rendah. Hasil analisis simultan diketauhi bahwa fear of missing out dan kecanduan media sosial secara bersama-sama memberikan pengaruh sebesar 0,606 dengan p=0,000 (p<0,05) dengan nilai R2 = 0,367 artinya fear of missing out dan kecanduan media sosial memiliki kontribusi sebesar 36,7% terhadap psychological well-being pada individu emerging adulthood.