Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya tingkat stres akademik pada mahasiswa tingkat akhir yang dapat memengaruhi kualitas tidur serta mendorong perilaku swamedikasi. Kondisi tersebut dapat mendorong mahasiswa melakukan swamedikasi tanpa pengawasan tenaga kesehatan untuk mengatasi keluhan seperti sakit kepala, kelelahan, maupun gangguan tidur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat stres terhadap pola tidur serta dampaknya terhadap perilaku swamedikasi pada mahasiswa STIKES Dirgahayu Samarinda. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif analitik dan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa tingkat akhir Program Studi S-1 Farmasi, S-1 Keperawatan, dan D-3 Keperawatan STIKES Dirgahayu Samarinda dengan jumlah sampel sebanyak 67 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan yaitu Perceived Stress Scale (PSS-10) untuk mengukur tingkat stres, Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk mengukur kualitas tidur, serta kuesioner perilaku swamedikasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan uji Chi-Square (χ²). Hasil penelitian diharapkan menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan pola tidur serta adanya kecenderungan perilaku swamedikasi pada mahasiswa yang mengalami kualitas tidur buruk dan gangguan tidur.
Copyrights © 2026