Kecemasan dalam relasi pertemanan merupakan pengalaman psikologis yang signifikan namun belum banyak diteliti pada mahasiswa. Penelitian ini bertujuan memahami dinamika kecemasan pada mahasiswa dengan neuroticism tinggi dalam relasi pertemanan. Pendekatan kualitatif digunakan dengan teknik purposive sampling yang melibatkan tiga partisipan mahasiswa berskor neuroticism di atas persentil ke-75 berdasarkan skrining Big Five Inventory-44 (BFI-44). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan catatan observasi, dianalisis menggunakan analisis tematik enam fase; keabsahan data dijamin melalui triangulasi antara partisipan dan sumber data, serta member checking. Empat tema utama ditemukan: bentuk kecemasan (kekhawatiran berlebih terhadap perubahan sikap, ketakutan akan penolakan dan kehilangan, serta overthinking), pemicu kecemasan (penurunan frekuensi komunikasi dan perilaku teman yang tidak jelas), dampak terhadap perilaku sosial (penarikan diri dan penghindaran), serta strategi koping adaptif (menenangkan diri, reappraisal positif, klarifikasi langsung, dan mencari dukungan sosial). Temuan menunjukkan bahwa kecemasan pada mahasiswa dengan neuroticism tinggi dipengaruhi oleh kerentanan berbasis kepribadian dan sinyal sosial kontekstual; mahasiswa ini cenderung menafsirkan sinyal ambigu—seperti berkurangnya kontak dari teman—sebagai ancaman relasional, yang memicu penarikan diri yang justru memperparah kecemasan itu sendiri. Meski demikian, ketiga partisipan menunjukkan kapasitas koping adaptif yang nyata, mengindikasikan bahwa intervensi berbasis regulasi emosi dan keterampilan interpersonal dapat menjadi strategi penanganan yang efektif bagi kelompok ini. Temuan ini memiliki implikasi praktis bagi layanan bimbingan dan konseling (BK) di perguruan tinggi: konselor BK perlu merancang program psikoedukasi yang membantu mahasiswa dengan neuroticism tinggi mengenali pola kecemasan dalam relasi pertemanan sekaligus mengembangkan keterampilan koping dan komunikasi interpersonal yang lebih adaptif guna meningkatkan kesejahteraan psikologis dan kualitas hubungan sosial mereka.
Copyrights © 2026