Perkembangan industri fesyen yang cenderung mengikuti tren fast fashion telah memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan limbah tekstil. Hal ini mendorong perlunya pendekatan desain yang lebih berkelanjutan melalui konsep zero waste fashion. Penelitian ini bertujuan untuk merancang busana square cut menggunakan teknik batik tulis dengan sumber ide Tari Cepetan Alas Kebumen sebagai upaya pengurangan limbah tekstil sekaligus pelestarian budaya lokal. Metode yang digunakan adalah metode penciptaan seni kriya Tiga Tahap Enam Langkah menurut SP Gustami yang terdiri dari tahap eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Data diperoleh melalui wawancara dengan narasumber, observasi digital, serta studi literatur yang kemudian dianalisis untuk menghasilkan konsep desain motif dan busana. Hasil perancangan menghasilkan lima alternatif desain busana square cut yang menginterpretasikan alur Tari Cepetan Alas, yaitu Pambuka, Babadan, Gagahan Alas, Muryani Busana, dan Sulasih, dengan tiga desain direalisasikan menjadi karya busana. Visualisasi motif batik dikembangkan melalui stilasi unsur tari seperti tokoh, gerak, dan pola lantai yang diaplikasikan pada kain batik tulis. Penerapan teknik square cut mampu meminimalkan limbah kain sekaligus menjadi media efektif dalam mentransformasikan narasi budaya ke dalam busana.
Copyrights © 2026