Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PERANCANGAN DESAIN PERMUKAAN PADA MATERIAL DENIM UNTUK PRODUK JAKET REMAJA Clara Mayarani; Ratna Endah Santoso; Sarah Rum Handayani
Corak : Jurnal Seni Kriya Vol 8, No 2 (2019): NOVEMBER 2019
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1157.808 KB) | DOI: 10.24821/corak.v8i2.3278

Abstract

A design of surface design on denim material for teenage jacket products is to increase the variety in fashion complementary products that have an exclusive and dynamic character. The theme of this design is Gardening Blue with bleaching techniques with the barrier media from palm and fern plants. The design method included the phases such as analiysis problem, problem solving strategy, collecting data and doing a trail. The design result were (1) Patterns which produced by bleaching technique on denim surface with the barrier media from palm and fern plants. (2) The product design of jacket is accordance with the unique and attractive character of teenagers. Bleaching technique with the barrier media from palm and fern plants are applied in a unisex concept jacket product.Keyword: Denim, Bleaching, Jacket, Teenagers Perancangan desain permukaan pada  material denim untuk  produk casual outer remaja diharapkan dapat menambah variasi pada produk pelengkap fesyen yang mempunyai karakter yang ekslusif dan dinamis. Tema perancangan ini adalah Gardening Blue dengan teknik pengelantangan dengan media perintang tumbuhan palem dan tumbuhan pakis. Tujuan perancangan ini adalah melakukan inovasi produk jaket remaja melalui teknik pengelantangan dengan material denim untuk meningkatkan nilai estetis. Metode perancangan meliputi tahap analisis permasalahan, strategi pemecahan masalah, pengumpulan data, dan uji coba. Hasil perancangan berupa (1) Corak-corak yang dihasilkan dari proses pengelantangan di permukaan denim dengan perintang tumbuhan palem dan tumbuhan pakis. (2) Desain Produk jaket sesuai dengan karakter remaja yang unik dan menarik. Teknik pengelantangan dengan media perintang tanaman palem dan tanaman pakis diaplikasikan dalam produk jaket dengan konsep unisex.Kata kunci: Denim, Pengelantangan, Jaket, Remaja.
BATIK TULIS PADANG LAMUN (PADANG LAMUN SEBAGAI SUMBER IDE PERANCANGAN BATIK TULIS UNTUK SELENDANG SUTRA) Andina Febrasari; Felix Ari Dartono; Ratna Endah Santoso
Corak : Jurnal Seni Kriya Vol 7, No 2 (2018): NOVEMBER 2018
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (967.987 KB) | DOI: 10.24821/corak.v7i2.2683

Abstract

Seagrass bads is a variety of flora that lives on the sea coast. The objective of this project is to produce a new visual alternative for silk batik scarfs by visualizing Seagrasses bads which live under water; its illusion of motion, dimensions, and biodiversity. This research use design method consist of exploration process, extraction, and termination are described in four operational steps i.e. analysis, concept, visualization, and prototypes. The design is directed at new creative batik for premium products. The result was a silk batik scarfs made by Lorodan batik technique which was able to produce illusory effects and layered images which would offer a new visual sensation, differentiation, and novelty. Keywords: Seagrass Bads, batik tulis, silk scarf Padang Lamun merupakan keanekaragaman flora yang hidup di pesisir laut. Tujuan penelitian ini adalah memberikan alternatif visual baru desain batik tulis untuk selendang sutra dengan mengolah visual Padang Lamun yang hidup terendam air, ilusi gerak, dimensi, dan ragam biota. Penelitian ini menggunakan pendekatan desain yang terdiri atas proses eksplorasi, ekstraksi, dan titik terminasi yang dijabarkan dalam empat langkah operasional, yakni analisis, konsep, visualisasi, dan tes produk. Desain diarahkan pada batik kreasi baru untuk produk premium. Hasilnya berupa desain selendang sutra menggunakan teknik batik tulis Lorodan yang mampu menghasilkan efek ilusi dan bayangan, sehingga memberikan sensasi visual baru, diferensiasi, dan kebaharuan. Kata Kunci : Padang Lamun, batik tulis, selendang sutra
PENERAPAN TEKNIK KASAB ACEH PADA PRODUK SEPATU WANITA DEWASA Zulfikar Zulfikar; Adi Isworo Josef; Ratna Endah Santoso
Corak : Jurnal Seni Kriya Vol 8, No 2 (2019): NOVEMBER 2019
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1046.711 KB) | DOI: 10.24821/corak.v8i2.2793

Abstract

Indonesia has many cultural heritages, one of them are the techniques of traditional textile such as Kasab from Aceh. The purpose of this design is to invent a brand new product in ethnic women shoes diversities with edgy style.  The designs were made based on the aesthetic value and also new material as an innovation for the oldest Kasab which had been existed. The results of this creative process were 6 designs of shoes, all designs are applied on the upper and 5 amongst them were produced as 2 pairs of flat shoes and 3 pairs of wedges. Keyword : Kasab, Shoes, Surface design, Upper, Edgy Style. Indonesia memiliki banyak warisan budaya, salah satunya yaitu teknik Kasab yang berasal dari Aceh. Tujuan perancangan adalah menciptakan produk baru untuk keberagaman sepatu etnik untuk wanita dewasa dengan karakter fashion edgy style. Pengolahan visual dirancang dengan mempertimbangkan nilai estetis dan menggunakan bahan baru sebagai potensi inovasi Kasab yang sudah ada. Proses kratif dengan metode teknik ini menghasilkan 6 desain, seluruh desain diaplikasikan pada upper dan 5 diantaranya direalisasi pada 2 sepatu flat dan 3 sepatu wedges. Kata Kunci : Kasab, Sepatu, Desain permukaan, upper, Edgy
PERANCANGAN MOTIF TERATAI SEBAGAI HIASAN TEPI PADA KAIN LURIK MELALUI TEKNIK BATIK LUKIS Bety Norma Septiana; Ratna Endah Santoso; Achmad Sanusi
Ornamen Vol 12, No 1 (2015)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1440.325 KB) | DOI: 10.33153/ornamen.v12i1.1617

Abstract

Tulisan ini mendiskusikan proyek perancangan perkembangan motif yang kurang variasi pada kain lurik,lurik bisa dikembangkan dan dikolaborasikan dengan batik lukis, batik lukis fungsinya sebagai hiasan tepikarena hiasan tepi pada lurik selama ini belum banyak yang mengerjakannya sehingga diperlukan carapengolahan hiasan tepi dengan pengembangan inovasi baru. Ide pengembangan visual “Bunga teratai”,merancang desain motif teratai sebagai hiasan tepi pada kain lurik melalui teknik batik lukis dengan teknikpendukung proses pengelantangan sehingga menghasilkan produk tekstil pakaian yang ekslusif.Kata Kunci: Motif Teratai, Hiasan tepi,Lurik, Batik Lukis.
PERANCANGAN MOTIF TEKSTIL MENGGUNAKAN SERAT SANSEVIERA UNTUK MENAMBAH KERAGAMAN ECO TEXTILE Vivian Aprida Shafira; Ratna Endah Santoso; S Sarwono
Ornamen Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1267.935 KB) | DOI: 10.33153/ornamen.v15i2.2544

Abstract

ABSTRAKLatar belakang proyek ini adalah merancang inovasi motif tekstil menggunakan serat alam sanseviera. Hasil dari perancangan ini untuk menambah keragaman tekstil ramah lingkungan dan mendukung gerakan back to nature. Perancangan ini menghasilkan enam desain untuk tekstil serat sanseviera dengan motif yang terinspirasi ragam hias Toraja. Teknik yang digunakan dalam perancangan ini adalah teknik tenun timbul yang diproduksi dengan alat tenun kamba. Bahan utamanya adalah serat sanseviera dan bahan pendamping adalah benang katun. Perancangan ini tidak menggunakan bahan pewarna untuk menonjolkan sisi natural serat sanseviera.Kata kunci: sanseviera, ragam hias Toraja, tenun, kamba, eco textileABSTRACTBackground of this project is to design a inovation textile pattern using sanseviera fibers. The results of this design is expected to increase the variety of eco-friendly textiles and supports back to nature action. This project produced six design for textile made using sanseviera fibers with a pattern inspired by Toraja ornament. Design using weaving techniques with kamba tools. Main material is using sanseviera fibers, and for second material is using cotton yarn. This design doesn’t use dye to show the natural side of sanseviera fibers.Keywords: sanseviera, Toraja ornament, weaving, kamba, eco textile
“LATHAK” LIMBAH ZAT WARNA INDIGOFERA SEBAGAI PEWARNA BATIK (Studi Kasus di Rumah Produksi Batik Desa Cemani, Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah) Winda Tieneke Nugraheni; Ratna Endah Santoso; Sarah Rum Handayani
Ornamen Vol 16, No 2 (2019)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1181.515 KB) | DOI: 10.33153/ornamen.v16i2.2929

Abstract

Limbah yang berasal dari zat warna alami tanaman indigofera disebut lathak. Untuk mengetahui zat warna yang terkandung masih layak atau tidak untuk digunakan kembali, menarik dikaji lebih dalam. Penelitian ini bertujuan mengetahui proses pewarnaan menggunakan lathak, serta pengaruh jumlah pencelupan dan jenis material fiksasi yang tepat terhadap uji ketahanan luntur warna.Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif eksperimen merujuk Hendri Suprapto. Uji laboratorium menyatakan bahwa lathak masih mengandung indigotin 62,58%. Dengan demikian, lathak masih berpotensi dapat digunakan kembali sebagai pewarna kain. Perancangan desain motif batik tulis yang menggambarkan proses pewarnaan alami, diterapkan pada kain berukuran 110cm x 240cm.Hasil uji ketahanan luntur gosokan dengan skala staining scale pewarnaan terbaik adalah fiksator tunjung memiliki nilai 3 (cukup) pada pencelupan 24x. Uji ketahanan pencucian dengan skala staining scale dan grey scale, hasil terbaik adalah fiksator kapur bernilai 4-5 (baik) pada pencelupan 48x. Pewarnaan menggunakan lathak dan tunjung sebagai fiksator dengan kombinasi pencelupan 24x dan 48x diterapkan dalam produksi kain jarik. Kata kunci: lathak, indigotin, fiksator.
PERANCANGAN MOTIF BUNGA ANGGREK HITAM DENGAN TEKNIK SULAM PADA TENUN LURIK ATBM UNTUK BUSANA CONVERTIBLE Matsna Rochima FK; Widiastuti Widiastuti Widiastuti; Ratna Endah Santoso
Ornamen Vol 16, No 2 (2019)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3009.464 KB) | DOI: 10.33153/ornamen.v16i2.2926

Abstract

Selama ini tenun lurik ATBM merupakan salah satu tekstil traditional yang sangat sederhana dikarenakan motif dari tenun lurik yang hanya terdiri dari garis vertikal dan horizontal. Hal tersebut menyebabkan keberadaan tenun lurik ATBM terancam punah digantikan oleh tekstil modern. Perancangan ini bertujuan untuk mengangkat lurik sebagai salah satu alternatif mode yang akan dikembangkan menjadi sebuah kain yang lebih eksklusif. Metode yang diterapkan pada perancangan ini adalah metode perancangan desain permukaan atau surface design. Perancangan ini mengangkat ide motif bunga Anggrek Hitam sebagai motif utama pada permukaan kain yang diharapkan dapat memberikan kebaharuan pada tenun lurik ATBM. Hasil dari perancangan ini adalah busana convertible yang terbuat dari tenun lurik ATBM yang telah dikembangkan dengan teknik sulam menggunakan motif Anggrek Hitam.Kata Kunci: Anggrek Hitam, lurik, sulam, busana convertible
Inovasi Desain, Teknologi, dan Pemasaran Lewat Website Usaha Kecil Menengah Batik dan Lutik (Lurik Batik) di Kecamatan Laweyan Surakarta Anastasia Riani Suprapti; Ratna Endah Santoso; Rahmawati Rahmawati
Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 19 No 3 (2016)
Publisher : Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.758 KB) | DOI: 10.24914/jeb.v19i3.410

Abstract

This applied research aims to improve productivity and to develop existing batik and lurik products in Laweyan District, Surakarta City with design innovation and novel technology. In this program we cooperated with our partners: Batik Dewi (UKM1) and Batik Sinung Rejeki (UKM2). Despite increasing competition of similar products from other areas or even from abroad, batik and batik-patterned (printed and cap [stamped]) textile products still perform well in market.  By and large, we implemented the following approaches in this research: discussion (FGD), workshop, factory operation, training, and group and individual advocacy. Similar to other SMEs in general, batik businesses in Laweyan encounter internal problems such as capital adequacy, design innovation, marketing, and financial management, especially financial administration/ accounting. We offered some alternative solutions to resolve the problems, such as design and technology innovation, factory layout redesign, and web-based marketing. It is also suggested that batik business owners develop batik patterns that are more responsive to market trends and combine the batik and lurik production such as painting and bleaching. In marketing aspect, we also encourage batik business owners to expand their promotion efforts (such as participating to exhibitions in Solo and Java) and to establish close marketing cooperation with related institutions.Abstrak Tujuan penelitian terapan ini adalah untuk meningkatkan produktivitas dan mengembangkan produk batik dan lutik yang ada di wilayah Kecamatan Laweyan Surakarta dengan inovasi desain dan teknologi baru. Program ini bekerja sama dengan mitra UKM Batik Dewi (UKM 1) dan Batik Sinung Rejeki (UKM2) yang terletak di Kecamatan Laweyan. Pengusaha batik Laweyan dengan produknya berupa batik dan tekstil bermotif batik (printing dan cap) dalam era globalisasi sekarang ini ternyata memiliki daya tahan yang baik, ditengah persaingan dengan produk sejenis dari daerah lain maupun dari luar negeri. Secara garis besar pola yang digunakan dalam implementasi penelitian ini meliputi: diskusi (FGD), kerja bengkel, operasional pabrik, pelatihan dan pendampingan (kelompok dan individu). Seperti halnya Usaha Kecil Menengah pada umumnya, pengusaha batik di Laweyan juga menghadapi masalah Internal meliputi  permodalan, inovasi desain, pemasaran, dan manajemen keuangan, yang meliputi administrasi keuangan/pembukuan. Beberapa solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi diantaranya adalah melakukan Inovasi desain dan teknologi, pengaturan layout pabrik, dan pemasaran lewat web. Selain itu mengembangkan desain motif batik yang lebih diminati pasar diberikan juga untuk pengembangan teknik kombinasi batik-lurik ikat dengan cara lukis dan pengelantangan. Penggunaan media teknologi informasi dan komunikasi untuk promosi lewat website. Adapun untuk usaha pengembangan manajemen pemasaran,  diusahakan media promosi dan menjalin kerjasama pemasaran  dengan instansi terkait, misalnya dengan mengikuti pameran-pameran di Solo dan Jakarta.
PERANCANGAN MOTIF BURUNG MURAI DENGAN TEKNIK ECOPRINT KOMBINASI SULAM UNTUK OUTWEAR Angga Gilang Pangestu; Ratna Endah Santoso
Melayu Arts and Performance Journal Vol 4, No 2 (2021): Melayu Art and Performance Journal
Publisher : Pascasarjana Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/mapj.v4i2.2038

Abstract

Textile dyeing in this modern era, many industries use synthetic materials which will have a negative impact on the environment. To overcome this, start making textile coloring using environmentally friendly substances or even with natural dyes. One example is ecoprint. Ecoprint is widely known as a textile dyeing method using plants as a substitute for synthetic dyes. The resulting motifs are leaves, flowers, or other plant parts that can produce color. Exploration of motifs can still be developed again by processing leaves into other motifs. This design aims to create a new innovation in presenting the novelty of ecoprint motifs by processing leaves to form new motifs. This new motif will later add to the appeal of ecoprint products. The formation of this ecoprint motif can be done by taking a form that can be applied in the ecoprint technique. The shape should not be arbitrary because it can affect how the ecoprint results will be. The process of making this ecoprint needs to go through several stages that have been explained by S.P Gustami's theory, namely: exploration, design and embodiment which will lead to the design of products that have new ideas and developments from previous designs.Keywords: Ecoprint; embroidery; motif; outwear AbstrakPewarnaan tekstil pada zaman modern ini banyak industri yang menggunakan bahan sintetis yang akan berdampak buruk terhadap lingkungan. Untuk mengatasi hal tersebut mulailah dibuat pewarnaan tekstil menggunakan zat yang ramah lingkungan atau bahkan dengan pewarnaan alam. Salah satu contohnya adalah ecoprint. Ecoprint ini sudah banyak dikenal adalah metode pewarnaan tekstil dengan memanfaatkan tumbuh-tumbuhan sebagai pengganti zat warna sintetis. Motif yang dihasilkan adalah daun, bunga,atau bagian tumbuhan lain yang dapat menghasilkan warna. Eksplorasi motif masih dapat dikembangkan lagi dengan mengolah daun menjadi bentuk motif lain. Dalam perancangan ini bertujuan untuk membuat sebuah inovasi baru dalam menghadirkan kebaruan motif ecoprint dengan mengolah daun agar membentuk motif baru. Motif baru ini nantinya akan menambah daya tarik pada produk ecoprint. Pembentukan motif ecoprint ini dapat dilakukan dari mengambil sebuah bentuk yang dapat diaplikasikan dalam teknik ecoprint. Bentuk tidak boleh sembarangan karena dapat mempengaruhi bagaimana hasil ecoprint nanti. Proses membuat ecoprint ini perlu melewati beberapa tahapan yang sudah dijelaskan oleh teori S.P Gustami yaitu: eksplorasi, perancangan  dan perwujudan yang akan mengantarkan perancangan pada produk yang memiliki kebaruan ide dan perkembangan dari perancangan sebelumnya.Kata Kunci: Ecoprint; sulam; motif; outwear
Perancangan Pelengkap Interior Dengan Inspirasi Interior Maroko (Studi Kasus Ruang VIP Marakez Cafe & Resto) Yashifa Anindita Imani; Ratna Endah Santoso
Ornamen Vol 19, No 2 (2022)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/ornamen.v19i2.3827

Abstract

Marakez Café & Resto is a restaurant that serves Middle Eastern specialties in Surakarta. Carrying the Café & Resto, Marakez has several spots and rooms, one of which is a VIP room provided for guests with facilities that can be considered exclusive compared to other rooms. The shape of this VIP room is actually very supportive, with a short sofa that allows customers to enjoy their food in a lesehan style, just like Middle Eastern culture, but unfortunately the interior elements in this room do not reflect the Moroccan feel as the name suggests. Based on the description that has been explained, it is necessary to design interior textile elements to build a Moroccan atmosphere because it has been supported by the shape of the room. This design uses the design method presented by Colin Clipson. The results of this design produce complementary interior styles that are based on ideas from the Moroccan interior, namely arch, zellij and mashrabiya. This design also combines two techniques in surface design, namely digital printing and embroidery, the product is an interior complement in the form of sofa upholstery, curtains and pillowcases.