Pendidikan iklim di sekolah menengah masih cenderung menekankan pengetahuan, sementara kemampuan mengevaluasi informasi dan bertindak belum berkembang setara. Penelitian ini menganalisis profil literasi iklim siswa dan mengidentifikasi mekanisme pedagogis pembelajaran berbasis proyek (PjBL) yang dapat menjembatani kesenjangan pengetahuan dan aksi. Desain mixed-method sekuensial eksplanatoris digunakan melalui survei siswa dan wawancara guru sains. Hasil menunjukkan literasi iklim berada pada kategori sedang (58,7%). Pengetahuan sistem iklim memperoleh skor tertinggi (67,4%), sedangkan evaluasi informasi (54,3%) dan kompetensi aksi (50,9%) menjadi area terlemah. Temuan kualitatif menunjukkan bahwa PjBL menjadi lebih transformatif ketika memadukan isu iklim lokal, kolaborasi multipihak, refleksi kritis sistem sosio-ekologis, aksi nyata, dan asesmen autentik. Kebaruan penelitian ini berupa model integrasi tiga dimensi, yaitu konten, pedagogi, dan konteks, yang menjelaskan mekanisme perubahan dari pemahaman iklim menuju kompetensi aksi. Model ini memberi panduan operasional bagi guru untuk merancang proyek iklim berbasis masalah lokal dengan keluaran aksi terukur dan refleksi berbasis bukti.
Copyrights © 2025