Transformasi digital di institusi pendidikan tinggi vokasi menuntut integrasi teknologi yang tidak sekadar berfungsi sebagai pemenuh kebutuhan administratif, melainkan menyentuh ranah strategi pedagogis. Politeknik Ungku Omar (PUO) Malaysia telah memiliki infrastruktur Google Workspace yang memadai, namun pemanfaatannya masih berfokus pada fungsi administratif dasar, sementara penggunaan kecerdasan artifisial (AI) generatif oleh mahasiswa kerap berlangsung tanpa kerangka panduan yang terstruktur. Program pengabdian kepada masyarakat (PkM) internasional kolaborasi Universitas Dian Nusantara (UNDIRA), Indonesia, dengan PUO, Malaysia, serta IEEE Young Professionals, ini bertujuan berbagi dan mendiseminasikan model best practices integrasi AI dan Google Workspace berbasis filosofi pengalaman belajar (Learning Experience (LX) implementasi AI dan Google Workspace, sekaligus menghasilkan modul yang diajukan Hak Cipta (HKI, status register) sebagai panduan praktis bagi mitra. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan kombinasi (sharing knowledge) berupa ceramah, demonstrasi, serta diskusi dan tanya jawab dalam satu sesi luring bagi 50 peserta mahasiswa di kampus PUO, Ipoh, Malaysia, pada 8 Oktober 2025, didahului briefing koordinasi daring bersama mitra pada 30 September 2025. Evaluasi dilakukan melalui kuesioner umpan balik peserta mengenai pemahaman dan manfaat kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan partisipasi aktif dan respons positif peserta terhadap pemaparan praktik baik kolaborasi Google Workspace, prompt engineering, dan kesadaran etika AI generatif. Luaran konkret dari program ini berupa modul interaktif "Best Practices" yang diajukan Hak Cipta (HKI, status register), video kegiatan yang dipublikasikan di YouTube, poster, dan publikasi media massa nasional, sebagai bahan diseminasi berkelanjutan guna mendukung project-based learning yang etis dan adaptif di era digital.
Copyrights © 2026