Alamtana
Vol 7 No 2 (2026): Agustus 2026

Penggunaan Songgak Suku Sasak Untuk Menurunkan Kadar Gula Darah Penderita Diabetes Mellitus

Ari Khusuma (Unknown)
Lale Budi Kusumadewi (Unknown)
Agrijanti Agrijanti (Poltekkes Kemenkes Mataram)



Article Info

Publish Date
07 Aug 2026

Abstract

Berdasarkan data profil Puskesmas Babakan, angka obesitas penduduk, dari 3.824 yang diperiksa, ditemukan 1.053 orang (27%) di antaranya dinyatakan obesitas. Hiperglikemia adalah suatu kondisi medis berupa peningkatan kadar glukosa darah melebihi normal yang merupakan ciri dari beberapa penyakit, terutama diabetes mellitus di samping berbagai kondisi lainnya. Diabetes melitus (DM) saat ini menjadi salah satu ancaman kesehatan global. Dalam masyarakat suku Sasak, bumbu selalu dibutuhkan. Masakan khas suku Sasak membutuhkan bumbu-bumbu dari jenis yang sangat beragam. Selain digunakan sebagai bumbu masakan, bumbu juga digunakan sebagai songgak. Hasil penelitian tahun 2021 menunjukkan bahwa ada pengaruh pemberian songgak suku Sasak terhadap kadar glukosa darah hewan coba tikus yang diinduksi aloksan. Sebagai upaya membantu pengendalian kadar glukosa darah penderita hiperglikemia dengan ramuan tradisional, direncanakan kegiatan pengabdian masyarakat pada tahun 2022 dengan judul sosialisasi pemanfaatan Songgak Suku Sasak untuk menurunkan kadar glukosa darah penderita diabetes mellitus. Tujuan dari penelitian ini adalah mensosialisasikan penggunaan Songgak Suku Sasak untuk menurunkan kadar glukosa darah penderita diabetes mellitus. Metode dalam penelitian ini adalah penyuluhan, pemeriksaan, pendampingan, dan evaluasi kegiatan yang dilaksanakan selama 3 bulan terhitung mulai bulan Mei sampai dengan Juli 2022. Hasil: Dalam kegiatan evaluasi dilakukan pemeriksaan kadar glukosa darah untuk menilai keberhasilan songgak dalam menurunkan kadar glukosa darah. Kegiatan evaluasi dilakukan setelah masyarakat mengkonsumsi Songgak selama 2 minggu. Sebanyak 40 peserta mengikuti kegiatan evaluasi, hasil pemeriksaan glukosa darah peserta, sebanyak 21 orang peserta mengalami penurunan kadar glukosa darah dan 11 orang diantaranya merupakan peserta yang sebelumnya memiliki kadar glukosa darah 200 mg/ dl. Peningkatan kadar glukosa darah terjadi pada 2 orang penderita DM berturut-turut dari 406 mg/dl menjadi 487 mg/dl dan 294 mg/dl menjadi 365 mg/dl. Seluruh masyarakat yang berjumlah 45 peserta kegiatan tersebut ingin mencoba konsumsi songgak. Sebagian besar masyarakat yang mengikuti kegiatan tersebut merasakan manfaat tidak membuat tubuh lebih segar dan ringan, serta meredakan pegal-pegal.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jaltn

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Humanities Computer Science & IT Decision Sciences, Operations Research & Management Economics, Econometrics & Finance

Description

Alamtana: Jurnal Pengabdian Masyarakat UNW Mataram bertujuan untuk mempublikasikan pemikiran atau gagasan konseptual dan hasil penelitian yang telah dicapai dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, khususnya pengabdian kepada masyarakat di bidang olahraga dan kesehatan. Alamtana: Jurnal Pengabdian ...