Demam Berdarah Dengue (DBD) menjadi masalah utama di wilayah tropis. Salah satunya pada Kabupaten Majalengka terdapat 1.286 kasus pada tahun 2024. Tingginya kasus tersebut karena minimnya faktor yang berkontribusi terhadap risiko penularan, seperti tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat dalam pencegahan DBD. Kondisi ini mendorong dilaksanakannya kegiatan penyuluhan yang bertujuan untuk menganalisis tingkat pengetahuan dan sikap mendukung upaya pencegahan DBD di Desa Rajagaluh, Kabupaten Majalengka. Kegiatan ini melalui penyuluhan dan kuestioner dengan 35 peserta. Materi meliputi pengenalan DBD, upaya pencegahan melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan program 3M. Setelah penyuluhan, peserta mengisi kuesioner pengetahuan dan sikap. Data dianalisis dengan uji korelasi Spearman. Hasil menunjukkan tingkat pengetahuan dan sikap dalam kategori cukup hingga baik (p value 0,02, r=0,39), serta terdapat hubungan positif antara pengetahuan dan sikap. Temuan ini menunjukkan bahwa strategi social learning dengan penyuluhan memberikan respon positif dalam perilaku knowledge-attitude gap pengendalian dan menurunkan risiko penularan DBD.
Copyrights © 2026