Regenerasi petani milenial di Indonesia menunjukkan perkembangan positif, namun tingkat adopsi kapabilitas pemasaran digital (Digital Marketing Capability/DMC) dan proses produksi hijau (Green Product Process/GPP) yang belum merata menciptakan kesenjangan dalam pencapaian keberlanjutan ekonomi usaha tani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh DMC dan GPP secara parsial maupun simultan terhadap keberlanjutan ekonomi petani milenial di Jawa Barat. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan asosiatif, penelitian ini melibatkan 835 responden petani milenial yang dipilih melalui teknik purposive sampling dan data dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian membuktikan bahwa DMC dan GPP berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberlanjutan ekonomi, baik secara parsial maupun simultan, dengan total kontribusi gabungan mencapai 80,6%. Temuan kunci mengungkap bahwa GPP merupakan determinan yang paling dominan (sumbangan efektif 69,73%) sebagai fondasi penstabil usaha, sementara DMC memberikan sumbangan moderat (10,82%) yang berfungsi sebagai akselerator perluasan pasar. Kesimpulannya, kedua kapabilitas ini bekerja secara komplementer dan tidak dapat saling menggantikan. Implikasi praktis penelitian ini menegaskan bahwa program pemberdayaan dan strategi agribisnis tidak boleh hanya bertumpu pada literasi digital, melainkan wajib menjadikan praktik produksi hijau sebagai prioritas utama yang disinergikan dengan pemasaran digital guna mewujudkan ketahanan ekonomi yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026