Deepfake AI banyak digunakan untuk tindakan kriminal seperti pembuatan foto pornografis tanpa izin. Walaupun deepfake dapat menargetkan siapapun, perempuan merupakan target utama dan beresiko menghadapi pemerasan, perundungan, pencemaran nama baik, pelecehan, pencurian identitas, intimidasi, dan pembuatan pornografi balas dendam. Peneliti feminis menandakan efek deepfake seksual selebriti perempuan terhadap perempuan secara keseluruhan, dimana gambar mereka dicuri dan diedarkan menghukum kesuksesannya dan mengingatkan semua perempuan bahwa tubuh/seksualitas mereka bukan miliknya. Dari isu ini sebuah perancangan komik dibuat untuk membuat pembaca lebih was-was terhadap keberadaan deepfake, dan juga lebih mengerti perspektif korban. Komik bertujuan untuk mengkoneksikan dua perspektif berbeda, yaitu dari mata korban, dan publik.
Copyrights © 2026