Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana gaya visual dan storytelling non-verbal dalam Endling: Extinction is Forever berpotensi membentuk pemaknaan ekologis terkait isu lingkungan dan energi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-interpretatif dengan menggabungkan analisis konten visual-naratif dan kerangka Experiential Graphic Design yang dioperasionalisasikan ke dalam empat indikator, yaitu Atmosphere and Affect, Spatial Narrative, Embodied Navigation, dan Consequence Design. Kerangka tersebut diterapkan pada lima adegan purposive menggunakan codebook berskala 0–3. Pembacaan semiotik denotatif dan konotatif dilengkapi dengan pembacaan mitologis untuk menelaah lapisan ideologis yang tersembunyi dalam setiap adegan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi visual atmosferik dan mekanik konsekuensi menciptakan kondisi interpretatif yang mendukung pembacaan empatik terhadap degradasi lingkungan. Indikator Atmosphere and Affect dan Consequence Design secara konsisten memperoleh skor tertinggi di seluruh adegan yang dianalisis, sedangkan Spatial Narrative dan Embodied Navigation bervariasi bergantung pada fungsi naratif setiap adegan. Progresi semiotik pada kelima adegan bergerak dari bencana akut menuju kerusakan ekologis yang lebih lambat dan kumulatif, membangun narasi non-verbal yang koheren tentang peran aktivitas manusia dalam kehilangan ekologis. Temuan penelitian bersifat interpretatif dan inferensial sehingga verifikasi empiris melalui data respons pemain direkomendasikan untuk penelitian selanjutnya. Studi ini berkontribusi melalui pengembangan kerangka analitik yang dapat ditransfer untuk penelitian desain komunikasi visual pada narasi game interaktif, sekaligus memperluas penerapan pendekatan Experiential Graphic Design dari ruang fisik ke ranah ruang digital interaktif.
Copyrights © 2026