Republik Demokratik Kongo merupakan salah satu wilayah konflik paling kompleks di dunia, dengan lebih dari 120 kelompok bersenjata dan jutaan pengungsi internal. Pascaserangan terhadap penjaga perdamaian di Semuliki pada 2017, Indonesia ditunjuk sebagai kontingen pengganti melalui Batalyon Gerak Cepat XXXIX-A MONUSCO di Provinsi Tanganyika. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran, tantangan, dan strategi Kontingen Garuda dalam pemeliharaan perdamaian di Kalemie. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kasus melalui wawancara terhadap lima informan kunci, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, dianalisis menggunakan model interaktif Miles-Huberman-SaldaƱa serta divalidasi melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan Kontingen Garuda menjalankan peran multidimensional sebagai fasilitator perdamaian humanis, menghadapi tantangan multidimensi, dan menerapkan strategi adaptif-humanis. Kebaruan penelitian terletak pada perumusan model strategi adaptif-humanis khas Indonesia melalui prinsip "5S" dan mekanisme after-action review yang menjadikan strategi efektif sekaligus berkelanjutan.
Copyrights © 2026