Provinsi Maluku merupakan wilayah kepulauan strategis dengan karakteristik sosial-budaya kompleks yang memiliki riwayat konflik komunal, sehingga memerlukan deteksi dini intelijen yang kuat untuk menjaga stabilitas keamanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Batalyon Artileri Medan 13 Kostrad dalam melaksanakan fungsi intelijen yang meliputi penyelidikan, pengamanan, dan penggalangan (Lidpamgal) guna mendukung pengamanan daerah rawan di Kepulauan Seram, Maluku. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui teknik wawancara mendalam, observasi lapangan, serta analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan fungsi intelijen telah berjalan cukup efektif dengan dukungan jejaring informasi masyarakat dan koordinasi kewilayahan, namun masih menghadapi kendala geografis, keterbatasan sarana transportasi laut, serta belum optimalnya integrasi data dan pemanfaatan teknologi analisis intelijen,,. Kesimpulannya, strategi yang direkomendasikan mencakup pemetaan kerawanan wilayah secara berkelanjutan, penguatan jejaring informasi (HUMINT) melalui pendekatan tokoh lokal, peningkatan kompetensi analisis personel, serta modernisasi sarana teknologi intelijen guna mewujudkan stabilitas keamanan yang berkelanjutan di wilayah Maluku.
Copyrights © 2026