Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Strategi Meningkatkan Minat Orang Asli Papua Menjadi Calon Prajurit Tamtama TNI AD Dalam Rangka Mendukung Operasi Pengamanan Perbatasan Papua Barat Nasyrul Hakim; Haposan Simatupang; Adam Mardamsyah
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v5i1.8067

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya proporsi Orang Asli Papua (OAP) yang menjadi calon Prajurit Tamtama TNI AD dibandingkan dengan proporsi demografisnya, sehingga diperlukan strategi untuk meningkatkan minat OAP dalam mendukung operasi pengamanan perbatasan Papua Barat. Penelitian bertujuan menganalisis kondisi rekrutmen di Ajendam XXX, mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi minat OAP, serta merumuskan strategi peningkatan minat. Penelitian dilaksanakan di wilayah Ajendam XXX menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat kendala akses informasi, persepsi negatif, pemahaman karier, administrasi, serta kesiapan fisik dan mental. Strategi yang dirumuskan meliputi pendekatan informasi, tokoh lokal, edukasi karier, role model, bimbingan praseleksi, dan kolaborasi institusional. Penelitian menyimpulkan bahwa peningkatan minat OAP merupakan investasi human capital strategis bagi efektivitas pengamanan perbatasan Papua.
Strategi Batalyon Artileri Medan 13 Kostrad Melaksanakan Fungsi Intelijen Dalam Rangka Pengamanan Daerah Rawan di Kepulauan Seram Maluku Rama Buana Surenggana; St Haposan Simatupang; Adam Mardamsyah
Journal of Law, Education and Business Vol. 4 No. 2 (2026): Oktober 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jleb.v4i2.8852

Abstract

Provinsi Maluku merupakan wilayah kepulauan strategis dengan karakteristik sosial-budaya kompleks yang memiliki riwayat konflik komunal, sehingga memerlukan deteksi dini intelijen yang kuat untuk menjaga stabilitas keamanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Batalyon Artileri Medan 13 Kostrad dalam melaksanakan fungsi intelijen yang meliputi penyelidikan, pengamanan, dan penggalangan (Lidpamgal) guna mendukung pengamanan daerah rawan di Kepulauan Seram, Maluku. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui teknik wawancara mendalam, observasi lapangan, serta analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan fungsi intelijen telah berjalan cukup efektif dengan dukungan jejaring informasi masyarakat dan koordinasi kewilayahan, namun masih menghadapi kendala geografis, keterbatasan sarana transportasi laut, serta belum optimalnya integrasi data dan pemanfaatan teknologi analisis intelijen,,. Kesimpulannya, strategi yang direkomendasikan mencakup pemetaan kerawanan wilayah secara berkelanjutan, penguatan jejaring informasi (HUMINT) melalui pendekatan tokoh lokal, peningkatan kompetensi analisis personel, serta modernisasi sarana teknologi intelijen guna mewujudkan stabilitas keamanan yang berkelanjutan di wilayah Maluku.
Proyeksi Implikasi Geopolitik dan Militer Perjanjian Peningkatan Kerja Sama Pertahanan Filipina-Amerika Serikat bagi ASEAN Adam Mardamsyah
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v7i3.1165

Abstract

Perjanjian Peningkatan Kerja Sama Pertahanan Filipina-Amerika Serikat memperluas akses rotasional pasukan Amerika Serikat ke fasilitas pertahanan Filipina dan memperkuat interoperabilitas kedua negara. Perkembangan tersebut berpotensi memengaruhi keamanan Asia Tenggara di tengah rivalitas kekuatan besar dan sengketa Laut China Selatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak sistemik perjanjian tersebut terhadap keamanan kawasan ASEAN hingga 2035. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-strategis dengan metodologi estimatif dan kerangka politik, militer, ekonomi, sosial, informasi, serta infrastruktur. Data sekunder periode 2014-2025 diperoleh dari artikel ilmiah, dokumen kebijakan, dan laporan keamanan kawasan, kemudian diklasifikasikan, diberi skor, dibobotkan, dan diproyeksikan ke dalam tiga skenario. Hasil analisis menunjukkan nilai dampak tertimbang 3,75 dari skala lima. Dimensi militer menjadi faktor paling dominan, diikuti dimensi politik dan infrastruktur. Perjanjian tersebut memperkuat daya tangkal Filipina dan kapasitas respons Amerika Serikat, tetapi juga meningkatkan risiko dilema keamanan, fragmentasi sikap ASEAN, kontestasi informasi, dan kerentanan ekonomi. Skenario yang paling mungkin adalah stabilitas relatif dengan kompetisi strategis yang meningkat. Penguatan konsultasi keamanan ASEAN, transparansi pelaksanaan perjanjian, dan langkah pembangunan kepercayaan diperlukan untuk mencegah pergeseran menuju eskalasi terbuka.