Penelitian ini dilatarbelakangi oleh krisis energi global dan komitmen transisi energi Pemerintah Indonesia melalui Perpres No. 55/2019 dan Inpres No. 7/2022. Batalyon Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 843/PYV, sebagai satuan tempur sekaligus teritorial TNI AD, dituntut adaptif menggunakan 50 unit motor listrik taktis. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas dan efisiensi operasional kendaraan tersebut serta merumuskan strategi pengembangannya untuk meningkatkan mobilitas darat satuan. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara, kuesioner, dan studi dokumentasi yang melibatkan Yonif TP 843/PYV dan PT LEN Industri. Hasil penelitian menunjukkan operasional kendaraan telah berjalan satu tahun. Dari aspek efektivitas, kendaraan dinilai nyaman dan mudah dioperasikan, namun rasio kesiapan operasional baru mencapai 88% dari standar minimal 90% akibat kendala infrastruktur listrik dan suku cadang. Dari aspek efisiensi, penggunaan menghemat pengeluaran harian satuan sebesar 27%. Hambatan utama meliputi keterbatasan stasiun pengisian, durasi pengisian yang lama, daya tahan baterai rendah, keausan mekanis sekunder, dan minimnya mekanik spesialis kelistrikan. Berdasarkan analisis SWOT, dirumuskan tiga strategi komprehensif: (1) penguatan kemitraan dengan PT LEN Industri untuk pengembangan rantis listrik senyap/hybrid >3.000 Watt dan pelatihan teknisi; (2) pembangunan rantai pasok suku cadang dan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Tentara (SPKLT); serta (3) inovasi motor listrik berbasis sistem baterai swap (battery swap system).
Copyrights © 2026