Satuan Kecabangan Pembekalan dan Angkutan (Bekang) TNI Angkatan Darat dalam mendukung penugasan pengamanan daerah rawan di Provinsi Maluku menghadapi kompleksitas tantangan mobilitas dan dukungan logistik. Karakteristik wilayah daerah kepulauan yang luas, terfragmentasi, dan memiliki tingkat kerawanan keamanan yang fluktuatif di Maluku, menuntut adanya strategi pergeseran satuan Bekang yang mampu menjamin ketepatan waktu, efektivitas distribusi logistik, serta keberlangsungan dukungan operasi pengamanan. Namun demikian, keterbatasan sarana transportasi laut dan udara, kondisi infrastruktur yang belum merata, serta kendala koordinasi lintas sektor menyebabkan proses pergeseran satuan Bekang sering menghadapi hambatan yang berdampak pada efektivitas pelaksanaan tugas. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pola kerawanan keamanan dan mengidentifikasi faktor yang memengaruhi efektivitas pergeseran satuan Kecabangan Bekang TNI AD, serta merumuskan strategi pergeseran yang efektif, efisien, dan adaptif mendukung penugasan pengamanan daerah rawan. Metode kualitatif dengan desain studi kasus dan data-data yang diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi lapangan dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis (reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas pergeseran satuan Kecabangan Bekang TNI AD dalam mendukung pengamanan daerah rawan Maluku dipengaruhi oleh lima faktor utama, yaitu 1) koordinasi antarlembaga yang belum optimal; 2) keterbatasan rantai pasok logistik; 3) minimnya infrastruktur pendukung; 4) belum terintegrasinya kerja sama sipil-militer secara berkelanjutan, serta 5) dinamika sosial budaya masyarakat setempat. Maka, strategi pergeseran satuan Bekang yang efektif dan adaptif melalui penerapan Model Pergeseran Gabungan, yaitu dengan memanfaatkan intelijen sebagai dasar pengambilan keputusan, membangun pangkalan aju logistik di pulau-pulau strategis, serta menerapkan sistem rotasi dan distribusi logistik berdasarkan analisis risiko yang terus diperbarui. Implementasi strategi ini memerlukan dukungan alutsista transportasi yang memadai, penguatan infrastruktur logistik modern, dan sistem informasi terintegrasi guna mewujudkan kesiapan operasional satuan Kecabangan Bekang TNI AD yang lebih adaptif terhadap tantangan lingkungan strategis di wilayah kepulauan.
Copyrights © 2026