Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Integration of Field Leadership and Battalion Strategy in Enhancing Soldiers’ Mission Success in High-Risk Areas Jeffy Satriansyah; Sunarko Sunarko; Rudi Lazuardi
Journal of Social Research Vol. 5 No. 4 (2026): Journal of Social Research
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/josr.v5i4.3124

Abstract

Sarmi Regency, Papua, was selected as the research locus due to its challenging geographical conditions, limited logistical access, and asymmetric security threat dynamics, which require adaptive leadership effectiveness and operational strategy. This study aims to analyze the influence of field leadership style and battalion strategy on the success of soldiers’ missions in security operations conducted in high-risk areas. The study employed a quantitative approach with an explanatory research design to examine the causal relationship between field leadership style (X1) and battalion strategy(X2) on mission success (Y), both partially and simultaneously. The research population consisted of approximately 500 soldiers, with a sample of 222 respondents determined using the Slovin formula and a purposive sampling technique. Data were collected through a five-point Likert-scale questionnaire that met validity and reliability requirements. Data analysis was conducted using simple linear regression and multiple linear regression, accompanied by t-tests, F-tests, and the coefficient of determination (R²). The results indicate that field leadership style has a positive and significant effect on mission success, as does battalion strategy. Simultaneously, both variables explain 56.3% of the variance in mission success. These findings confirm that mission success in high-risk areas is the result of the integration of adaptive field leadership and structured, contextual battalion strategy.
Strategi Pergeseran Satuan Kecabangan Perbekalan dan Angkutan (Bekang) TNI AD Dalam Rangka Penugasan Pengamanan Daerah Rawan Maluku Hatorangan Efendy Situmeang; Sunarko; Rudi Lazuardi
Journal of Law, Education and Business Vol. 4 No. 2 (2026): Oktober 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jleb.v4i2.8955

Abstract

Satuan Kecabangan Pembekalan dan Angkutan (Bekang) TNI Angkatan Darat dalam mendukung penugasan pengamanan daerah rawan di Provinsi Maluku menghadapi kompleksitas tantangan mobilitas dan dukungan logistik. Karakteristik wilayah daerah kepulauan yang luas, terfragmentasi, dan memiliki tingkat kerawanan keamanan yang fluktuatif di Maluku, menuntut adanya strategi pergeseran satuan Bekang yang mampu menjamin ketepatan waktu, efektivitas distribusi logistik, serta keberlangsungan dukungan operasi pengamanan. Namun demikian, keterbatasan sarana transportasi laut dan udara, kondisi infrastruktur yang belum merata, serta kendala koordinasi lintas sektor menyebabkan proses pergeseran satuan Bekang sering menghadapi hambatan yang berdampak pada efektivitas pelaksanaan tugas. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pola kerawanan keamanan dan mengidentifikasi faktor yang memengaruhi efektivitas pergeseran satuan Kecabangan Bekang TNI AD, serta merumuskan strategi pergeseran yang efektif, efisien, dan adaptif mendukung penugasan pengamanan daerah rawan. Metode kualitatif dengan desain studi kasus dan data-data yang diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi lapangan dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis (reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas pergeseran satuan Kecabangan Bekang TNI AD dalam mendukung pengamanan daerah rawan Maluku dipengaruhi oleh lima faktor utama, yaitu 1) koordinasi antarlembaga yang belum optimal; 2) keterbatasan rantai pasok logistik; 3) minimnya infrastruktur pendukung; 4) belum terintegrasinya kerja sama sipil-militer secara berkelanjutan, serta 5) dinamika sosial budaya masyarakat setempat. Maka, strategi pergeseran satuan Bekang yang efektif dan adaptif melalui penerapan Model Pergeseran Gabungan, yaitu dengan memanfaatkan intelijen sebagai dasar pengambilan keputusan, membangun pangkalan aju logistik di pulau-pulau strategis, serta menerapkan sistem rotasi dan distribusi logistik berdasarkan analisis risiko yang terus diperbarui. Implementasi strategi ini memerlukan dukungan alutsista transportasi yang memadai, penguatan infrastruktur logistik modern, dan sistem informasi terintegrasi guna mewujudkan kesiapan operasional satuan Kecabangan Bekang TNI AD yang lebih adaptif terhadap tantangan lingkungan strategis di wilayah kepulauan.
Strategi Pemanfaatan Teknologi Geospasial Intelijen dalam Mendukung Operasional Satgas Yonif 432/ Waspada Setia Jaya Pada Operasi di Daerah Rawan Papua Saputro Kurniawan; Sunarko Sunarko; Rudi Lazuardi
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v7i3.1162

Abstract

Operasi di daerah rawan Papua menuntut dukungan informasi medan yang akurat, aktual, terpadu dan mudah digunakan oleh unsur komando maupun pasukan di lapangan. Kompleksitas medan yang ditandai oleh pegunungan, lembah, hutan lebat, sungai, akses terbatas, jalur pergerakan yang sulit serta dinamika keamanan yang cepat berubah menjadikan teknologi geospasial intelijen sebagai kebutuhan penting dalam mendukung operasional Satgas Yonif 432/Waspada Setia Jaya. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pemanfaatan teknologi geospasial intelijen serta penerapan citra satelit, foto udara, drone, GPS dan Sistem Informasi Geografis dalam mendukung informasi medan satuan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis melalui pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemanfaatan teknologi geospasial intelijen perlu diarahkan pada pemahaman karakteristik wilayah operasi, penyediaan data geospasial sesuai kebutuhan satuan, integrasi berbagai sumber data, peningkatan kemampuan personel, penyajian informasi medan yang praktis serta koordinasi antara penyedia data dan satuan pengguna. Penerapan teknologi tersebut mendukung perencanaan patroli, pergerakan pasukan, pengamanan rute, identifikasi titik rawan dan pengambilan keputusan taktis. Dengan demikian, teknologi geospasial intelijen menjadi instrumen penting dalam memperkuat kesiapan operasional Satgas di daerah rawan Papua
Pengaruh Semangat Juang Motivasi Personel Yonif Teritorial Pembangunan Terhadap Masyarakat Kabupaten Keerom Papua Dalam Mendukung Tugas Pokok Syafiuddien Hasan; Sunarko; Rudi Lazuardi
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 2 (2026): Desember 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i2.9038

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kompleksitas wilayah Papua yang menuntut kesiapan personel Yonif Teritorial Pembangunan dalam melaksanakan tugas pokok. Penelitian bertujuan menganalisis pengaruh semangat juang dan motivasi personel Yonif Teritorial Pembangunan terhadap masyarakat Kabupaten Keerom Papua dalam mendukung tugas pokok, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Keerom Papua dengan pendekatan kuantitatif menggunakan metode survei terhadap 225 personel Yonif Teritorial Pembangunan. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji asumsi klasik, serta regresi linier berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan semangat juang berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien 0,382, sedangkan motivasi berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien 0,291. Secara simultan, kedua variabel berpengaruh positif dan signifikan dengan Adjusted R Square sebesar 0,377. Penelitian menyimpulkan bahwa semangat juang dan motivasi merupakan faktor strategis dalam mendukung tugas pokok dan penguatan pertahanan darat di Papua.