Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Kurikulum Merdeka ditinjau dari aspek budaya sekolah dan pemanfaatan sarana prasarana di SDN Melayu 11. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi lapangan. Informan penelitian adalah seorang guru yang telah mengabdi selama 19 tahun di SDN Melayu 11. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya sekolah berperan penting dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka melalui penciptaan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berpusat pada peserta didik. Sekolah juga menerapkan berbagai kebiasaan positif, salah satunya program "7 Kebiasaan Anak Hebat" yang bertujuan membentuk karakter siswa. Namun, implementasi kurikulum masih menghadapi beberapa kendala, terutama pada keterbatasan sarana prasarana dan kemampuan sebagian guru dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran. Pemanfaatan fasilitas sekolah dalam pembelajaran belum optimal karena keterbatasan jumlah sarana yang tersedia. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan fasilitas pembelajaran dan penguatan kompetensi guru dalam penggunaan teknologi agar implementasi Kurikulum Merdeka dapat berjalan lebih efektif dan mendukung tercapainya tujuan pendidikan secara optimal.
Copyrights © 2026