Perkembangan media sosial telah mengubah cara individu membangun identitas diri dan memperoleh pengakuan sosial. Pada Generasi Z, fitur likes di Instagram tidak lagi dipandang sebagai sekadar bentuk apresiasi terhadap unggahan, tetapi juga sebagai simbol penerimaan sosial yang berpotensi memengaruhi harga diri. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi bagaimana Generasi Z memaknai likes sebagai bentuk validasi eksternal serta bagaimana pengalaman tersebut berhubungan dengan dinamika harga diri mereka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Thematic Analysis. Data diperoleh melalui kuesioner terbuka yang disebarkan kepada 336 responden Generasi Z pengguna aktif Instagram. Analisis dilakukan mengikuti enam dari tahapan Braun dan Clarke (2006). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman memperoleh likes menghasilkan berbagai respons psikologis, mulai dari munculnya emosi positif, meningkatnya rasa percaya diri, perasaan dihargai, hingga munculnya persepsi bahwa diri mereka diterima oleh lingkungan sosial digital. Sebaliknya, tidak memperoleh likes memunculkan pengalaman emosional berupa kekecewaan, keraguan terhadap diri sendiri, kecemasan sosial, serta kecenderungan melakukan evaluasi terhadap kualitas diri maupun konten yang diunggah. Hasil ini menunjukkan bahwa likes memiliki fungsi sebagai bentuk validasi eksternal yang dapat memperkuat maupun melemahkan evaluasi diri individu. Meskipun demikian, tingkat pengaruhnya dipengaruhi oleh kemampuan individu dalam membangun sumber harga diri yang berasal dari dalam diri.
Copyrights © 2026