Adanya area pertanian yang belum terlayani secara optimal oleh jaringan irigasi air tanah serta variasi kebutuhan air akibat perbedaan pola tata tanam memerlukan analisis kebutuhan air, evaluasi kinerja jaringan eksisting, perbaikan dan perencanaan pengembangan jaringan pada daerah layanan Sumur Dalam Blitar (SDBL) 634 di Desa Sawentar, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar. Analisis kebutuhan air dilakukan berdasarkan KP-01 menggunakan metode Blaney-Criddle, sedangkan analisis hidraulika menggunakan WaterCAD V8i dengan persamaan Hazen-Williams. Tiga pola tata tanam yang dianalisis yaitu padi–palawija–palawija, padi–palawija–padi, dan kombinasi keduanya. Hasil menunjukkan NFR maksimum 1,745 L/det dengan kebutuhan debit 53,292 L/det, sedangkan debit pompa hanya 21 L/det sehingga distribusi dilakukan secara rotasi pada minimal tiga kelompok layanan. Beberapa ruas pipa tidak memenuhi kriteria hidraulika sehingga diperlukan penyesuaian diameter. Pengembangan jaringan dilakukan pada area 16,236 ha dengan penambahan 8 outlet. Hasil simulasi menunjukkan jaringan memenuhi kriteria desain dengan tekanan 1–8 atm, kecepatan 0,3–4,5 m/det, dan kehilangan energi kurang dari 5 m/km. Kebutuhan air dipenuhi melalui pembagian tujuh zona irigasi dengan biaya sebesar Rp 1.192.702.000,00.
Copyrights © 2026