Minuman sari buah kemasan (jus jeruk) merupakan produk pangan yang rentan mengalami kerusakan akibat aktivitas mikroorganisme, khususnya yeast (khamir). Kegagalan produk berupa pembengkakan kemasan (swelling) sering terjadi akibat lemahnya penerapan sanitasi peralatan dan proses pasteurisasi yang tidak optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menyusun sistem HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Points) secara menyeluruh pada proses produksi minuman sari buah jeruk sebagai studi kasus gagal produk di industri pangan. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif kualitatif, mengacu pada 7 prinsip HACCP dan 12 langkah implementasinya sesuai Codex Alimentarius. Hasil analisis menunjukkan terdapat tiga titik kendali kritis (CCP) yang menjadi sumber kontaminasi utama, yaitu tahap pasteurisasi, pengisian (filling), dan penyegelan kemasan. Penerapan HACCP secara sistematis terbukti mampu mengidentifikasi bahaya, menetapkan batas kritis, serta merancang prosedur koreksi dan verifikasi yang efektif untuk mencegah kerusakan produk. Kesimpulan penelitian ini menegaskan pentingnya implementasi HACCP sebagai sistem manajemen keamanan pangan dalam industri minuman untuk menjamin keselamatan konsumen dan kualitas produk.
Copyrights © 2026