Pengawasan mutu pangan merupakan aspek penting dalam menjamin keamanan produk, melindungi kesehatan konsumen, serta mencegah terjadinya food fraud dalam rantai distribusi pangan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji keterkaitan antara manajemen sanitasi, standardisasi mutu, dan sistem pengambilan sampel sebagai komponen utama dalam sistem pengawasan mutu pangan modern. Penelitian dilakukan menggunakan metode studi literatur dengan menelaah berbagai publikasi ilmiah, khususnya artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Karimah Tauhid tahun 2024 serta beberapa penelitian pendukung dari perguruan tinggi di Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa efektivitas pengawasan mutu pangan sangat dipengaruhi oleh penerapan sanitasi dan higiene yang konsisten, kepatuhan terhadap standar mutu yang berlaku, serta ketepatan sistem pengambilan sampel yang representatif. Ketiga aspek tersebut saling melengkapi dalam mencegah kontaminasi biologis, kimia, dan fisik, sekaligus mendukung deteksi dini terhadap penyimpangan mutu dan praktik pemalsuan pangan. Integrasi sanitasi, standardisasi, dan sampling terbukti mampu meningkatkan efektivitas sistem penjaminan mutu, memperkuat perlindungan konsumen, serta meningkatkan daya saing industri pangan. Oleh karena itu, penerapan ketiga pilar tersebut secara terpadu menjadi strategi penting dalam mewujudkan sistem keamanan pangan yang berkelanjutan dan berorientasi pada mutu.
Copyrights © 2026