p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Karimah Tauhid
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Integrasi Manajemen Sanitasi, Standardisasi, dan Sistem Sampling dalam Pengawasan Mutu Pangan Modern Nurul Alfiah; Raden Siti Nurlaela; Distya Risky Hapsari
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 8 (2026): Karimah Tauhid (In Progress)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i8.25365

Abstract

Pengawasan mutu pangan merupakan aspek penting dalam menjamin keamanan produk, melindungi kesehatan konsumen, serta mencegah terjadinya food fraud dalam rantai distribusi pangan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji keterkaitan antara manajemen sanitasi, standardisasi mutu, dan sistem pengambilan sampel sebagai komponen utama dalam sistem pengawasan mutu pangan modern. Penelitian dilakukan menggunakan metode studi literatur dengan menelaah berbagai publikasi ilmiah, khususnya artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Karimah Tauhid tahun 2024 serta beberapa penelitian pendukung dari perguruan tinggi di Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa efektivitas pengawasan mutu pangan sangat dipengaruhi oleh penerapan sanitasi dan higiene yang konsisten, kepatuhan terhadap standar mutu yang berlaku, serta ketepatan sistem pengambilan sampel yang representatif. Ketiga aspek tersebut saling melengkapi dalam mencegah kontaminasi biologis, kimia, dan fisik, sekaligus mendukung deteksi dini terhadap penyimpangan mutu dan praktik pemalsuan pangan. Integrasi sanitasi, standardisasi, dan sampling terbukti mampu meningkatkan efektivitas sistem penjaminan mutu, memperkuat perlindungan konsumen, serta meningkatkan daya saing industri pangan. Oleh karena itu, penerapan ketiga pilar tersebut secara terpadu menjadi strategi penting dalam mewujudkan sistem keamanan pangan yang berkelanjutan dan berorientasi pada mutu.
Analisis Kegagalan Produk Bakso Sapi Akibat Kontaminasi Mikrobiologi Menggunakan Pendekatan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) Nurul Alfiah; Reva Aprila; Fazhira Syaffa Alexandra; Anisa Safira Azzahra; Nadiyah Rahman; Intan Kusumaningrum
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 8 (2026): Karimah Tauhid (In Progress)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i8.25406

Abstract

Bakso sapi merupakan produk olahan daging yang memiliki kandungan protein dan kadar air tinggi sehingga rentan mengalami kontaminasi mikrobiologi selama proses produksi, penyimpanan, maupun distribusi. Kontaminasi oleh mikroorganisme patogen seperti Escherichia coli, Salmonella spp., dan Staphylococcus aureus dapat menurunkan mutu produk serta meningkatkan risiko gangguan kesehatan pada konsumen. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor penyebab kegagalan produk bakso sapi akibat kontaminasi mikrobiologi serta menentukan titik kendali kritis menggunakan pendekatan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP). Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah, standar keamanan pangan, dan dokumen terkait HACCP yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa potensi kontaminasi dapat terjadi pada hampir seluruh tahapan produksi, terutama pada penerimaan bahan baku, pencucian, penggilingan, pencampuran, pencetakan, pendinginan, pengemasan, dan penyimpanan. Tahap perebusan dan pematangan ditetapkan sebagai Critical Control Point (CCP) karena berperan langsung dalam mengendalikan bahaya mikrobiologi melalui perlakuan panas yang memadai. Keberhasilan penerapan HACCP didukung oleh penetapan batas kritis, pemantauan yang konsisten, tindakan koreksi yang tepat, serta sistem verifikasi dan dokumentasi yang baik. Dengan penerapan HACCP secara menyeluruh, risiko kontaminasi mikrobiologi dapat diminimalkan sehingga mutu dan keamanan bakso sapi lebih terjamin bagi konsumen.