Siswa pada jenjang sekolah menengah pertama menghadapi tantangan akademik sehari-hari yang menuntut kapasitas adaptif untuk bangkit dari kesulitan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh dukungan orang tua terhadap academic buoyancy siswa, dengan self-compassion sebagai variabel mediasi. Desain korelasional diterapkan pada 225 siswa kelas tujuh dan delapan yang dipilih menggunakan teknik purposive cluster sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala dukungan orang tua, self-compassion, dan academic buoyancy, kemudian dianalisis menggunakan analisis mediasi dengan teknik bootstrapping. Hasil menunjukkan bahwa dukungan orang tua berpengaruh positif terhadap self-compassion (B = 0,2205; p < 0,001), dan self-compassion berpengaruh positif terhadap academic buoyancy (B = 0,1431; p < 0,001). Namun, pengaruh langsung dukungan orang tua terhadap academic buoyancy tidak signifikan (0,0025, p>0,001), sementara pengaruh tidak langsung melalui self-compassion terbukti signifikan (0,0316; BootCI [0,0109 ; 0,0513]), menunjukkan mediasi penuh. Temuan ini mengindikasikan bahwa dukungan orang tua saja belum cukup untuk meningkatkan academic buoyancy siswa tanpa diinternalisasi menjadi self-compassion, sehingga layanan bimbingan konseling sekolah perlu memprioritaskan penguatan self-compassion bersamaan dengan psikoedukasi tentang pola asuh.
Copyrights © 2026