Rendahnya literasi pengelolaan obat pada masyarakat pedesaan masih menjadi tantangan dalam mewujudkan penggunaan obat yang rasional di tingkat keluarga. Ibu rumah tangga memiliki peran penting sebagai pengelola kesehatan keluarga, termasuk dalam memperoleh, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat, namun keterbatasan akses informasi kesehatan sering menyebabkan praktik swamedikasi dilakukan tanpa pengetahuan yang memadai. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi pengelolaan obat pada ibu rumah tangga desa melalui edukasi DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat dengan Benar). Metode pengabdian menggunakan pendekatan edukatif partisipatif melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, tanya jawab, serta media edukasi berupa presentasi dan brosur DAGUSIBU. Kegiatan dilaksanakan pada 18 Januari 2026 dengan melibatkan 26 ibu rumah tangga desa sebagai peserta. Evaluasi dilakukan menggunakan desain pretest–posttest menggunakan kuesioner terstruktur untuk mengukur perubahan tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah edukasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan literasi pengelolaan obat, khususnya pada domain pengetahuan DAGUSIBU dari 58,1% menjadi 85,4% serta literasi informasi obat dari 75,0% menjadi 89,2% setelah intervensi edukasi. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi DAGUSIBU efektif meningkatkan pemahaman ibu rumah tangga mengenai pengelolaan obat yang rasional dan berkontribusi dalam penguatan edukasi kesehatan berbasis komunitas untuk mendukung perilaku penggunaan obat yang lebih tepat di lingkungan keluarga
Copyrights © 2026