Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Studi Penggunaan Asam Traneksamat pada Pasien BPH dengan Operasi Transurethral Resection of The Prostate Irsan Fahmi Almuhtarihan; Aghnia Fuadatul Inayah; Didik Hasmono; Hendra Yadi
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiff.v6i2.10547

Abstract

Latar Belakang: Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) merupakan kondisi ketika sel-sel prostat mengalami peningkatan pertumbuhan akibat sel stroma dan epitel yang terus mengalami proliferasi. BPH sering dialami oleh laki-laki usia >50 tahun dan biasanya disertai dengan gejala lower urinary tract symptoms (LUTS). Manajemen terapi pada BPH meliputi watchful waiting, terapi farmakologi dan tindakan pembedahan. Tindakan pembedahan termasuk penyelesaian gejala jangka panjang paling baik pada BPH. Transurethral Resection of The Prostate (TURP) adalah tindakan paling umum dilakukan dengan komplikasi utama adalah perdarahan. Asam traneksamat termasuk antifibrinolitik dan merupakan inhibitor kuat terhadap plasminogen dan urokinase. Obat ini bekerja dengan menghambat interaksi plasminogen dengan fibrin sehingga dapat mencegah fibrinolisis.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan asam traneksamat pada pasien Benign Prostatic Hyperplasia di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Kediri.Metode: Penelitian dilakukan secara observasional dengan metode retrospektif pada pasien Benign Prostatic Hyperplasia di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Kediri periode Januari 2019 - November 2019.Hasil dan Kesimpulan: Pola penggunaan asam traneksamat hanya digunakan tunggal pada 40 pasien (100%) dengan regimentasi dosis paling banyak digunakan adalah (3x500mg) IV sebanyak 24 pasien (60%) dan lama terapi paling banyak diberikan sekitar 2-8 hari sebanyak 39 pasien (98%).
EDUKASI DAGUSIBU UNTUK MENINGKATKAN LITERASI PENGELOLAAN OBAT PADA IBU RUMAH TANGGA DESA Elva Asmiati; Irsan Fahmi Almuhtarihan; Meirisa Deflia Vinuri; Nita Fadia Utami
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 7 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i7.%p

Abstract

Rendahnya literasi pengelolaan obat pada masyarakat pedesaan masih menjadi tantangan dalam mewujudkan penggunaan obat yang rasional di tingkat keluarga. Ibu rumah tangga memiliki peran penting sebagai pengelola kesehatan keluarga, termasuk dalam memperoleh, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat, namun keterbatasan akses informasi kesehatan sering menyebabkan praktik swamedikasi dilakukan tanpa pengetahuan yang memadai. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi pengelolaan obat pada ibu rumah tangga desa melalui edukasi DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat dengan Benar). Metode pengabdian menggunakan pendekatan edukatif partisipatif melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, tanya jawab, serta media edukasi berupa presentasi dan brosur DAGUSIBU. Kegiatan dilaksanakan pada 18 Januari 2026 dengan melibatkan 26 ibu rumah tangga desa sebagai peserta. Evaluasi dilakukan menggunakan desain pretest–posttest menggunakan kuesioner terstruktur untuk mengukur perubahan tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah edukasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan literasi pengelolaan obat, khususnya pada domain pengetahuan DAGUSIBU dari 58,1% menjadi 85,4% serta literasi informasi obat dari 75,0% menjadi 89,2% setelah intervensi edukasi. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi DAGUSIBU efektif meningkatkan pemahaman ibu rumah tangga mengenai pengelolaan obat yang rasional dan berkontribusi dalam penguatan edukasi kesehatan berbasis komunitas untuk mendukung perilaku penggunaan obat yang lebih tepat di lingkungan keluarga
Profile of Erythropoietin Use and Hemoglobin Levels in Chronic Kidney Disease Patients with Anemia Undergoing Hemodialysis Irsan Fahmi Almuhtarihan; Triana Emilya Rosa; Nailis Syifa; Aghnia Fuadatul Inayah; Didik Hasmono
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 23 No. 01 Juli 2026
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia is a common complication of chronic kidney disease (CKD) caused by decreased endogenous erythropoietin production. Exogenous erythropoietin is administered to increase hemoglobin levels; however, patient responses may vary. This research aimed to identify patterns of erythropoietin use and describe hemoglobin levels before and after hemodialysis in CKD patients with anemia. This retrospective observational study used a cross-sectional design and medical record data from CKD patients with anemia who underwent hemodialysis and received erythropoietin from January to December 2023 at R.T. Notopuro Regional General Hospital, Sidoarjo. Hemoglobin change was calculated as post-hemodialysis hemoglobin minus pre-hemodialysis hemoglobin within the same session. Hemoglobin levels before and after dialysis were analyzed using a paired t-test. The dosage profile was presented descriptively. We analyzed 40 patients: 23 males (58%), 17 females (42%), and 35 patients (86%) aged >44 years. All patients received erythropoietin: 37 patients (92.5%) received 2000 IU, and 3 patients (7.5%) received 3000 IU. The mean hemoglobin level increased from 8.70 ± 1.01 g/dL before hemodialysis to 8.93 ± 1.10 g/dL after hemodialysis, with a mean change of +0.23 ± 0.80 g/dL (p=0.075). Based on dosage, the hemoglobin change was +0.21 ± 0.82 g/dL in the 2000 IU group and +0.53 ± 0.40 g/dL in the 3000 IU group. The erythropoietin use profile was dominated by erythropoietin alpha at a dose of 2000 IU. Hemoglobin levels after one hemodialysis session showed a small and statistically insignificant increase.