Kanker payudara masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama pada perempuan di Indonesia dengan angka kejadian yang terus meningkat setiap tahun. Rendahnya pengetahuan masyarakat, khususnya ibu dan remaja putri, mengenai deteksi dini kanker payudara menyebabkan banyak kasus ditemukan pada stadium lanjut. Selain itu, masih terdapat anggapan bahwa pembicaraan tentang kesehatan reproduksi merupakan hal yang sensitif sehingga informasi tentang pencegahan dan deteksi dini kurang tersampaikan secara optimal. Kondisi ini berdampak pada rendahnya praktik pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). sebagai metode deteksi dini yang sederhana, murah, dan dapat dilakukan secara mandiri. Tujuan penelitian untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, serta keterampilan ibu dan remaja putri dalam melakukan pencegahan dan pemantauan kanker payudara melalui gerakan edukatif “Gerakan Cepat Cegah dan Pantau Kanker Payudara”. Metode yang digunakan melalui beberapa tahapan yaitu persiapan materi edukasi, pelaksanaan penyuluhan interaktif menggunakan media leaflet dan presentasi, demonstrasi serta praktik langsung teknik SADARI, serta evaluasi pengetahuan peserta melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan remaja putri dan ibu majelis taklim tentang deteksi dini kaknker payudaradari sebelumnya 55 kategori cukup dan 45 % kategori kurang dan setelah diberikan edukasi tingkat pengetahuan meningkat menjadi 90% ketegori baik dan 10 persen kategori cukup. Simpulan kegiatan menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan, kesadaran, serta keterampilan ibu dan remaja putri dalam melakukan pencegahan dan pemantauan kanker payudara sehingga kegiatan dinyatakan berhasil
Copyrights © 2026