Fathimah Kelrey
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan RS Prof. Dr. J.A. Latumeten

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELATIHAN SPIRITUAL EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE (SEFT) SEBAGAI UPAYA MENURUNKAN KECEMASAN PADA REMAJA Bety Agustina Rahayu; Anna Nur Hikmawati; Ahmad Khamid; Nova Maulana; Fathimah Kelrey; Debby Yulianthi Maria; Riza Yulina Amry
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 7 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i7.%p

Abstract

Kecemasan remaja merupakan permasalahan kesehatan mental yang sering terjadi dan dapat berdampak terhadap konsentrasi belajar, hubungan sosial, serta kualitas hidup remaja. Berbagai tuntutan akademik, perubahan perkembangan, dan tekanan lingkungan dapat meningkatkan risiko terjadinya kecemasan. Upaya promotif dan preventif diperlukan untuk membantu remaja memiliki keterampilan dalam mengelola kecemasan secara mandiri. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja dalam menerapkan SEFT sebagai upaya menurunkan kecemasan. Sasaran kegiatan adalah remaja di MA X Wilayah Yogyakarta sebanyak 40 peserta. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, pemberian edukasi mengenai kecemasan pada remaja, demonstrasi langkah-langkah SEFT, pelatihan praktik SEFT secara langsung, serta evaluasi melalui pengukuran tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah pelatihan. Peserta juga didampingi untuk mempraktikkan teknik SEFT secara mandiri. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai kecemasan dan penerapan SEFT sebagai teknik pengelolaan emosi. Remaja mampu mengikuti setiap tahapan SEFT dengan baik dan menunjukkan antusiasme selama pelatihan. Selain itu, peserta melaporkan perasaan lebih rileks dan tenang setelah melakukan latihan SEFT. Pelatihan SEFT dapat menjadi salah satu alternatif intervensi promotif dan preventif yang mudah dipelajari, aman, serta dapat diterapkan secara mandiri oleh remaja dalam menghadapi berbagai situasi yang memicu kecemasan.
GERAK PAYU: GERAKAN CEPAT CEGAH DAN PANTAU KANKER PAYUDARA MELALUI EDUKASI DAN DETEKSI DINI PADA IBU DAN REMAJA PUTRI ANGGOTA MAJELIS TAKLIM ULUL ALBAB Fathimah Kelrey; Tommy Pangandaheng; Maimunah Maimunah; Kaifa Nafsah Abd Rahman; Ode Ernawati Daud
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 7 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i7.%p

Abstract

Kanker payudara masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama pada perempuan di Indonesia dengan angka kejadian yang terus meningkat setiap tahun. Rendahnya pengetahuan masyarakat, khususnya ibu dan remaja putri, mengenai deteksi dini kanker payudara menyebabkan banyak kasus ditemukan pada stadium lanjut. Selain itu, masih terdapat anggapan bahwa pembicaraan tentang kesehatan reproduksi merupakan hal yang sensitif sehingga informasi tentang pencegahan dan deteksi dini kurang tersampaikan secara optimal. Kondisi ini berdampak pada rendahnya praktik pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). sebagai metode deteksi dini yang sederhana, murah, dan dapat dilakukan secara mandiri. Tujuan penelitian untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, serta keterampilan ibu dan remaja putri dalam melakukan pencegahan dan pemantauan kanker payudara melalui gerakan edukatif “Gerakan Cepat Cegah dan Pantau Kanker Payudara”. Metode yang digunakan melalui beberapa tahapan yaitu persiapan materi edukasi, pelaksanaan penyuluhan interaktif menggunakan media leaflet dan presentasi, demonstrasi serta praktik langsung teknik SADARI, serta evaluasi pengetahuan peserta melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan remaja putri dan ibu majelis taklim tentang deteksi dini kaknker payudaradari sebelumnya 55 kategori cukup dan 45 % kategori kurang dan setelah diberikan edukasi tingkat pengetahuan meningkat menjadi 90% ketegori baik dan 10 persen kategori cukup. Simpulan kegiatan menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan, kesadaran, serta keterampilan ibu dan remaja putri dalam melakukan pencegahan dan pemantauan kanker payudara sehingga kegiatan dinyatakan berhasil