Komunikasi interpersonal merupakan aspek penting dalam pembinaan santri di lingkungan pesantren karena berperan dalam membentuk motivasi belajar, kedisiplinan, dan karakter. Intensitas interaksi antara pengasuh dan santri menjadikan kualitas komunikasi sebagai faktor yang menentukan keberhasilan proses pembinaan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pola komunikasi interpersonal pengasuh, menganalisis efektivitas komunikasi interpersonal, serta menjelaskan proses pertukaran sosial dalam meningkatkan motivasi belajar santri di Pondok Pesantren Alwa Al-Basit Cijayanti Bogor. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melibatkan satu pengasuh dan lima santri yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal yang didasarkan pada keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif, kesetaraan, serta penerapan reward dan punishment secara edukatif mampu meningkatkan motivasi dan kedisiplinan santri. Penelitian ini terbatas pada satu lokasi dan jumlah informan yang terbatas, sehingga penelitian selanjutnya disarankan melibatkan lebih banyak pesantren dan informan agar diperoleh hasil yang lebih komprehensif.
Copyrights © 2026