Pemahaman Undak Usuk Basa atau tingkatan bahasa Sunda peserta didik kelas IV SDN Ciawi 02 diketahui masih minim. Kondisi tersebut menjadi faktor utama yang melatarbelakangi dilaksanakannya penelitian ini. Masalah utama yang ditemukan adalah dominansi penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa ibu dan kebiasaan siswa menggunakan bahasa Sunda kasar/pasaran dalam pergaulan sehari-hari. Faktor lingkungan keluarga yang kurang membiasakan penggunaan tata krama bahasa Sunda serta penggunaan metode pembelajaran konvensional oleh guru menyebabkan siswa asing terhadap bahasa daerahnya sendiri. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan inovasi melalui pembelajaran muatan lokal bahasa Sunda berbasis lingkungan yang memanfaatkan sumber belajar di sekitar siswa agar pembelajaran lebih kontekstual dan bermakna. Penelitian kuantitatif ini menerapkan metode eksperimen semu melalui rancangan pretest-posttest control design untuk menguji efektivitas pembelajaran bahasa Sunda berbasis lingkungan. Fokus utamanya adalah melihat pengaruh metode tersebut terhadap pemahaman Undak Usuk Basa pada murid kelas IV SDN Ciawi 02 Kabupaten Bogor. Sebanyak 63 sampel dilibatkan dan dipisahkan menjadi dua bagian, yakni kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara, observasi, studi dokumentasi, termasuk di dalamnya penyelenggaraan pre-test serta post-test. Hasil data membuktikan bahwa sebaran data berdistribusi normal memiliki varians yang homogen. Selain itu, perolehan sig. pada uji independent sample t-test adalah sebesar 0,000, yang berarti kurang dari atau sama dengan 0,05. Temuan ini menegaskan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari pemeblajaran muatan lokal bahasa Sunda berbasis lingkungan terhadap pemahaman Undak Usuk Basa di sekolah tersebut.
Copyrights © 2026