Lansia merupakan kelompok yang menghadapi risiko tinggi mengalami berbagai masalah kesehatan akibat proses penuaan, yang menyebabkan penurunan fungsi fisiologis tubuh. Salah satu masalah umum yang sering ditemukan adalah hiperurisemia, yang dapat menyebabkan artritis asam urat. Karena tingginya angka kejadian asam urat pada lansia, diperlukan pengobatan non-obat yang aman, mudah diakses, dan memiliki efek samping rendah. Salah satu terapi herbal yang umum digunakan adalah jus pepaya (Annona muricata L.) karena mengandung berbagai senyawa aktif seperti flavonoid, vitamin C, senyawa fenolik, dan antioksidan. Zat-zat ini diyakini dapat membantu menghentikan pembentukan asam urat dan meningkatkan pengeluarannya melalui ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk menguji seberapa efektif jus pepaya dalam menurunkan kadar asam urat pada lansia. Metode yang digunakan adalah Tinjauan Literatur Sistematis (SLR) mengikuti pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Penelusuran literatur dilakukan menggunakan basis data Google Scholar dan Garuda dengan kata kunci “Jus Sirsak”, “Gout”, dan “Lansia” untuk menemukan artikel yang diterbitkan antara tahun 2021 dan 2026. Awalnya, ditemukan 229 artikel, kemudian disaring berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, menghasilkan pemilihan 5 artikel yang memenuhi persyaratan untuk analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua penelitian melaporkan penurunan kadar asam urat setelah pemberian jus sirsak, dan uji statistik menunjukkan hasil ini signifikan (p < 0,05). Meskipun dosis dan durasi intervensi bervariasi di setiap penelitian, hasilnya menunjukkan bahwa efektivitas jus sirsak dalam menurunkan kadar asam urat konsisten baik untuk lansia maupun penderita artritis asam urat. Oleh karena itu, jus pepaya dapat dianggap sebagai terapi komplementer yang efektif untuk membantu mengontrol kadar asam urat dan meningkatkan kualitas hidup lansia.
Copyrights © 2026