Aktivitas fisik rekreasi di luar jam pelajaran berperan penting dalam mendukung kesehatan fisik, kesehatan mental, keterampilan sosial, dan prestasi akademik siswa Sekolah Menengah Atas (SMA). Namun, berbagai temuan menunjukkan kecenderungan penurunan aktivitas fisik dan peningkatan perilaku sedentari di kalangan remaja, termasuk pasca-pandemi COVID-19, sementara data mengenai kondisi ini di wilayah Tangerang Selatan, khususnya SMA Muhammadiyah 25 Pamulang, masih belum tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat partisipasi, jenis aktivitas yang diminati, serta faktor pendorong dan penghambat partisipasi siswa terhadap aktivitas fisik rekreasi di luar jam pelajaran. Penelitian ini menggunakan metode survei deskriptif kuantitatif dengan instrumen Physical Activity Questionnaire for Adolescents (PAQ-A) yang melibatkan 60 siswa kelas X dan XI SMA Muhammadiyah 25 Pamulang tahun ajaran 2025/2026, yang dipilih menggunakan Teknik random samplin). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat partisipasi siswa terhadap aktivitas fisik rekreasi berada pada kategori sedang, dengan rata-rata skor PAQ-A sebesar 2,51 (SD = 0,68); sebanyak 56,7% siswa berada pada kategori sedang dan 26,7% pada kategori rendah. Aktivitas fisik rekreasi yang paling diminati adalah joging/lari (66,7%), jalan untuk berolahraga (65,0%), dan badminton (45,0%). Faktor pendorong utama partisipasi siswa adalah jam Pendidikan Jasmani (mean = 3,98), sedangkan faktor penghambat utama adalah inaktivitas saat waktu istirahat (mean = 1,62), dengan hambatan yang dirasakan oleh 66,7% siswa. Dapat disimpulkan bahwa tingkat partisipasi siswa SMA Muhammadiyah 25 Pamulang dalam aktivitas fisik rekreasi di luar jam pelajaran belum optimal, sehingga diperlukan program intervensi yang melibatkan sinergi antara sekolah, keluarga, dan lingkungan sekitar untuk meningkatkan partisipasi tersebut.
Copyrights © 2026