Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh literasi keuangan dan gaya hidup terhadap perilaku menabung mahasiswa, dengan sikap keuangan sebagai variabel mediasi. Penelitian ini mengintegrasikan ketiga variabel tersebut dalam satu model untuk mengungkap mekanisme psikologis di balik hubungan literasi keuangan dan gaya hidup terhadap perilaku menabung, khususnya pada konteks mahasiswa perguruan tinggi kesehatan yang belum banyak diteliti. Pendekatan kuantitatif dengan metode survei digunakan pada 164 mahasiswa Institut Administrasi dan Kesehatan Setih Setio yang dipilih melalui teknik probability sampling. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap sikap keuangan (β = 0,480; t = 6,142), sedangkan gaya hidup berpengaruh negatif dan signifikan terhadap sikap keuangan (β = −0,249; t = 4,246). Sikap keuangan menjadi variabel paling dominan dalam memengaruhi perilaku menabung (β = 0,511; t = 6,696). Literasi keuangan juga berpengaruh langsung terhadap perilaku menabung meski relatif lemah (β = 0,160; t = 1,985), sementara gaya hidup tidak berpengaruh langsung signifikan (β = −0,017; t = 0,236). Model mampu menjelaskan 36,2% variasi sikap keuangan dan 38,6% variasi perilaku menabung. Sikap keuangan memediasi secara parsial pengaruh literasi keuangan terhadap perilaku menabung (indirect effect = 0,245), namun tidak memediasi pengaruh gaya hidup. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan sikap keuangan lebih efektif membentuk perilaku menabung mahasiswa dibandingkan hanya meningkatkan literasi keuangan atau mengendalikan gaya hidup, sekaligus memberikan landasan bagi pengembangan program edukasi keuangan berbasis pembentukan sikap.
Copyrights © 2026