Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik mekanis dan fisik berupa kuat tekan serta serapan air pada batu bata merah cetak mesin produksi Desa Nambo, Kabupaten Buton, sekaligus mengevaluasi tingkat kesesuaian mutunya terhadap standar kriteria SNI 15-2094-2000. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah eksperimental komparatif kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik simple random sampling pada tiga elevasi susunan pembakaran tungku tradisional, yaitu zona bawah, tengah, dan atas. Pengujian laboratorium melibatkan 15 benda uji untuk parameter kuat tekan menggunakan alat Compression Testing Machine (CTM) dan 9 benda uji untuk parameter serapan air melalui metode perendaman air selama 24 jam. Data kuantitatif diolah secara deskriptif untuk menghitung nilai rata-rata dan dikomparasikan secara langsung terhadap ambang batas standar SNI 15-2094-2000. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa nilai rata-rata kuat tekan batu bata merah pada posisi bawah sebesar 46,7 kg/cm2, bagian tengah 45,2 kg/cm2, dan bagian atas 42,5 kg/cm2, dengan rata-rata keseluruhan sebesar 44,8 kg/cm2 (4,39 MPa). Sementara itu, pengujian serapan air mencatatkan nilai rata-rata sebesar 18,78% pada bagian tengah, 20,22% pada bagian bawah, dan 25,34% pada bagian atas, sehingga diperoleh nilai rata-rata akumulatif sebesar 21,45%. Secara keseluruhan kuat tekan rata-rata batu bata merah Desa Nambo belum memenuhi ambang batas minimum Mutu III SNI 15-2094-2000 yaitu sebesar 60 kg/cm2. Sebaliknya, untuk parameter serapan air (21,45%), produk ini tergolong memenuhi kualifikasi Mutu II dengan batas maksimum 22%. Selain itu, variasi posisi pembakaran terbukti berpengaruh signifikan, di mana bagian bawah dan tengah memiliki tingkat pematangan serta mutu mekanis yang lebih baik dibandingkan bagian atas.
Copyrights © 2026