Populasi lanjut usia (lansia) di Indonesia terus meningkat setiap tahun, sehingga isu kualitas hidup dan kesejahteraan psikologis pada kelompok usia ini menjadi perhatian penting dalam bidang psikologi perkembangan dan kesehatan masyarakat. Proses menua yang disertai penurunan fungsi fisik, sosial, dan kognitif berpotensi menurunkan kualitas hidup apabila tidak diimbangi dengan dukungan psikososial yang memadai. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara naratif konsep, faktor-faktor yang memengaruhi, serta upaya peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan psikologis lansia berdasarkan literatur terkini. Metode yang digunakan adalah kajian literatur (literature review) terhadap artikel-artikel ilmiah nasional dan internasional yang membahas kualitas hidup, kesejahteraan psikologis, dan lansia, yang diperoleh melalui basis data Google Scholar, ScienceDirect, PubMed, dan Garuda dalam rentang tahun 2018-2024. Hasil kajian menunjukkan bahwa kualitas hidup dan kesejahteraan psikologis lansia dipengaruhi oleh faktor kesehatan fisik, dukungan sosial dan keluarga, keterlibatan dalam aktivitas sosial dan fisik, serta dimensi spiritualitas. Kerangka kesejahteraan psikologis Ryff, yang mencakup penerimaan diri, relasi positif dengan orang lain, otonomi, penguasaan lingkungan, tujuan hidup, dan pertumbuhan pribadi, banyak digunakan untuk memahami dinamika psikologis lansia. Intervensi berbasis dukungan sosial, pemberdayaan komunitas, terapi kelompok sebaya, dan layanan posyandu lansia terbukti berkontribusi positif terhadap peningkatan kualitas hidup. Kajian ini merekomendasikan pendekatan holistik yang melibatkan keluarga, tenaga kesehatan, dan komunitas dalam upaya menjaga kesejahteraan psikologis lansia agar dapat menjalani masa tua secara bermakna dan bermartabat
Copyrights © 2026