Latar Belakang: Pengembangan sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan kinerja pegawai dan mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit. Pengembangan SDM mencakup pendidikan, pelatihan, dan motivasi kerja yang perlu dilaksanakan secara efektif dan berkelanjutan. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pidie Jaya memiliki jumlah pegawai yang cukup besar dengan karakteristik dan kebutuhan pengembangan kompetensi yang beragam. Oleh karena itu, diperlukan analisis terhadap implementasi pengembangan SDM dalam kaitannya dengan kinerja pegawai. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pendidikan, pelatihan, dan motivasi kerja dengan kinerja pegawai dalam implementasi pengembangan SDM di RSUD Pidie Jaya. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan observasi analitik. Populasi penelitian berjumlah 954 pegawai RSUD Pidie Jaya. Sampel sebanyak 40 responden diperoleh menggunakan teknik non-probability sampling dengan metode accidental sampling. Penelitian dilaksanakan pada Maret–Juni 2026 di RSUD Pidie Jaya. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan observasi langsung. Data dianalisis secara univariat dan analisis hubungan menggunakan uji statistik. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara pendidikan dengan kinerja pegawai, dengan nilai p=0,177. Sebaliknya, terdapat hubungan yang bermakna antara pelatihan dengan kinerja pegawai, dengan nilai p=0,010. Selain itu, motivasi kerja juga menunjukkan hubungan yang bermakna dengan kinerja pegawai, dengan nilai p=0,014. Dari 40 responden, sebanyak 25 orang (62,5%) memiliki kinerja baik dan 15 orang (37,5%) memiliki kinerja buruk. Pegawai yang memiliki pelatihan baik lebih banyak menunjukkan kinerja baik, yaitu 20 orang (76,9%), dibandingkan dengan pegawai yang memiliki pelatihan buruk, yaitu 5 orang (35,7%). Kesimpulan: Implementasi pengembangan SDM di RSUD Pidie Jaya menunjukkan bahwa pendidikan tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kinerja pegawai, sedangkan pelatihan dan motivasi kerja memiliki hubungan yang signifikan dengan kinerja pegawai. Hasil ini menunjukkan pentingnya penguatan program pelatihan yang relevan serta upaya peningkatan motivasi kerja sebagai bagian dari strategi pengembangan SDM untuk mendukung peningkatan kinerja pegawai dan mutu pelayanan rumah sakit.
Copyrights © 2026