Penelitian ini mengkaji kemampuan membayar (Ability To Pay/ATP), kesediaan membayar (Willingness To Pay/WTP), dan karakteristik pengguna BRT Trans Jateng koridor Penggaron-Godong. Hasil analisis menunjukkan bahwa ATP pengguna kategori umum didapatkan Rp 23.674,24 jauh melampaui tarif yang berlaku, yaitu Rp 5.000,00. Sebaliknya, nilai WTP lebih rendah, yakni Rp Rp 4.441,76 (umum), mengindikasikan adanya kesenjangan antara kemampuan dan kesediaan membayar yang dipengaruhi oleh persepsi terhadap kualitas layanan. Keywords: BRT, Trans Jateng, kemauan membayar, kemampuan membayar
Copyrights © 2026