Abortus imminens adalah proses awal dari suatu keguguran, yang ditandai dengan perdarahan per vaginam, sementara ostium uteri eksternum masih tertutup dan janin masih baik intrauterin. faktor resiko yang dapat menyebabkan abortus adalah usia, kelainan pertumbuhan hasil konsepsi, kelainan plasenta, penyakit ibu, dan kelainan traktus genitalis. Penelitian ini dilakukan untuk melihat gambaran pasien abortus imminens di RS X periode 2025. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa rekam medik yang diperoleh dari RS X. Desain penelitian berupa cross sectional. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik deskriptif yaitu crosstab. Data disajikan dalam bentuk tabular dan tekstular. Data rekam medik yang diperoleh sebanyak 111 pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi tertinggi abortus imminens pada usia 20-35 tahun (78.4%). Mayoritas pekerjaan pasien abortus imminens adalah ibu rumah tangga (94.4%), sebagian besar pasien (54.1%) rutin melakukan antenatal care, mayoritas pasien abortus imminens terjadi pada ibu multipara (67.6%), 77.5% pasien tidak memiliki riwayat abortus sebelumnya, 96.4% pasien tidak memiliki komorbid.
Copyrights © 2026